Connect with us

Jawa Timur

Alumni PMII UNESA Berkumpul Untuk Rekontektualisasi Prinsip Tawassut Dalam Membangun Peradaban 

Published

on

Surabaya,90detik.com-Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan silaturrahim wujud kepedulian menjaga washatiyah berbangsa dan bernegara. Bertempat di Graha KBIH An-Nur Karah Agung Surabaya, pada Sabtu (13/01).

Acara ini juga dihadiri tokoh PMII IKIP Surabaya tahun 80-an yaitu KH. Habib Abu Bakar Assegaf, KH. Shochib Arifin dan KH. Abdullah Sani.

Dalam acara itu, KH. Mulyadi alumni PMII IKIP Surabaya memaparkan bahwa silaturrahim aktifis alumni PMII Unesa adalah wujud kepedulian menjaga washatiyah berbangsa dan bernegara. Alumni PMII pada tahun politik 2024 dibutuhkan sikap untuk menjaga persatuan sehingga tidak ada keretakan.

“Berbangsa dan bernegara harus ambil peran aktif dengan printiik washatiyah, yaitu penyeimbangan sehingga terwujud rohmatalil alamin. Tema kita shilaturrahim saat ini adalah peran IKA PMII dalam melakukan rekontektualisasi prinsip tawassut sebagai pondasi menbangun peradaban ditengah keragaman,” tutur Kyai yang saat ini sebagai Ketua PCNU Kabupaten Gresik.

Salah satu inisiator silaturrahim, KH. Imam Mawardi Ridlwan menegaskan bahwa silaturrahim alumni PMII Unesa bukan untuk memberi dukungan salah satu paslon capres, cawapres. Agenda utama adalah membantu pengurus PMII dalam menjalankan amanahnya.

Dan sekaligus mensolidkan jaringan. Dalam silaturrahim tersebut diundang pula beberapa alumni dari ITS, Unair, UINSA, dan UIN Maliki Malang.

“Para alumni PMII Unesa sudah punya tradisi liwetan bareng, Hanya dua tahun ini tidak berjalan karena ada covid. Di tahun politik 2024 para alumni PMII banyak yang berperan aktif di partai dan masyarakat. Maka mereka berkumpul untuk tetap bersahabat walau berbeda pendapat dalam memilih orang hebat yang akan memimpin negera,”papar Sekretaris IPHI Jawa Timur.

Kesempatan ini, KH. Shochib Arifin yang memimpin shilaturrahim alumni PMII Unesa memaparkan perjuangan aktifis PMII tatkala kampus IKIP dalam genggaman organisasi mahasiswa yang tidak sejalan visi dan misi PMII.

“Tahun 1980 sangat jarang mahasiswa mau ikut PMII. Cari kader sanget sulit, karena itu harus telaten dan kerja keras. Tahun itu jadi aktifis PMII terasa berat banyak halangan,” papar Kyai Shochib.

Senior alumni PMII IKIP yang saat ini mengelola Yayasan Khothijah Surabaya, KH. Abdullah Sani mengisahkan sulitnya mendapatkan mahasiswa berkenan jadi aktifis PMII.

“Kampus IKIP tahun 80 sangat berbeda dengan Kampus Unesa saat ini. Tahun itu PMII belum banyak kader sehingga sulit mencari kader. Karena saat tahun 80-an para aktifis PMII harus bondo materi, tenaga dan semangat,” tutur Kyai Sani.

Sementara itu, KH. Habib Abu Bakar Assegaf memberi semangat para alumni yunior PMII agar banyak membantu adik-adik.

“Aktifis PMII 80-an berjuang dengan harta. Semua aktifis harus ikhlas membiayai kegiatan PMII. Terkait tahun politik 2024, alumni PMII yang masih mudah harus berperan. Saya do’akan ada yang jadi menteri di kabinet hasil pemilu 2024,” tutur Habib Abu Bakar Assegaf.

Alumni PMII UINSA saat S-1 sedangkan S-2 dan S-3 di UNAIR, DR. Dwi Astutik menegaskan terpenting para alumni ambil peran dengan syarat harus rukun dan bersinergi.

“Di tahun politik harus rukun, tidak ada perpecahan, pertentangan dan permusuhan. Para alumni PMII dapat menata diri untuk ambil peran,” jelas Sekretariat Dewan Pendidikan Jawa Timur.

(JK/Red)

Jawa Timur

Serap Aspirasi Kepala Desa, Polres Mojokerto Perkuat Sinergi dengan PKD

Published

on

Mojokerto— Dalam upaya memperkuat sinergitas antara kepolisian dan pemerintah desa, Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata menerima kunjungan silaturahmi Ketua dan Pengurus Persatuan Kepala Desa (PKD) Kabupaten Mojokerto di Ruang Presisi Polres Mojokerto, Jumat (10/4/26).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 19 peserta, terdiri dari pejabat utama Polres Mojokerto serta para kepala desa (Kades) yang tergabung dalam PKD Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto menyampaikan Polres Mojokerto Polda Jatim akan terus berkomitmen untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan instansi lintas sektor termasuk para kepala desa.

Ia menekankan pentingnya masukan dari para Kades sebagai representasi masyarakat di tingkat bawah.

“Dengan tagline Polisi Mojokerto, Polisi Rakyat, kami ingin mengetahui potret riil Polri di mata masyarakat. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan saran dan masukan dari para kepala desa,”ungkap AKBP Andi.

Ia juga menyinggung langkah penegakan hukum yang telah dilakukan terhadap oknum wartawan yang diduga melakukan praktik pemerasan.

Mantan Kapolres Batu itu berharap, para kepala desa dapat memberikan pandangan serta informasi terkait fenomena tersebut, mengingat para Kades kerap menjadi pihak yang terdampak.

Selain itu, Kapolres Mojokerto membuka ruang dialog bagi para Kades untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, termasuk kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di desa masing-masing.

Sementara itu, Ketua PKD Kabupaten Mojokerto, H. Miftachuddin, S.T., menyampaikan apresiasi atas undangan dan keterbukaan Polres Mojokerto Polda Jatim dalam menjalin komunikasi dengan para kepala desa.

Ia mengungkapkan bahwa peran Bhabinkamtibmas selama ini dinilai sangat aktif dan membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa.

Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah pedesaan.

“Terkait penertiban oknum wartawan maupun LSM yang meresahkan, kami sangat mendukung langkah tegas dari Polres Mojokerto. Banyak kepala desa yang mengalami intimidasi, sehingga menghambat jalannya program pembangunan,” jelasnya.

Ia juga berharap agar penegakan hukum terhadap oknum-oknum tersebut dapat terus dilakukan secara konsisten, mengingat masih adanya tekanan dari pihak-pihak tertentu kepada kepala desa.

Dalam kesempatan tersebut, para kepala desa juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Polres Mojokerto Polda Jatim khususnya dalam pengamanan Idul Fitri melalui pos pelayanan dan pengamanan, termasuk di rest area Cangar yang dinilai sangat membantu masyarakat.

Kegiatan silaturahmi ditutup dengan ramah tamah, mencerminkan terjalinnya komunikasi yang harmonis antara Polres Mojokerto dan PKD Kabupaten Mojokerto.

Diharapkan, sinergitas ini dapat terus terjaga guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Mojokerto. (DON/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Pelayanan Pagi Polres Blitar: Polisi di Jalan Raya, Warga Merasa Lancar & Aman

Published

on

BLITAR – Rutinitas pagi menjelang jam sibuk di wilayah Blitar terasa berbeda dengan kehadiran personil kepolisian yang sigap di sejumlah titik jalan.

Bukan tanpa alasan, para anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar ini sengaja hadir lebih awal untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat pengguna jalan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang rutin digelar setiap pagi ini menyasar dua lokasi utama, depan sekolah-sekolah dan di simpul-simpul jalan rawan kemacetan.

Petugas tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga membantu anak-anak sekolah menyeberang serta memastikan kendaraan para pekerja dan karyawan tidak tersendat.

“Kami hadir untuk membantu kelancaran aktivitas masyarakat, baik yang hendak bekerja, ke kantor, maupun ke sekolah. Tujuannya satu, agar perjalanan masyarakat aman dan lancar,” tegas Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Galih Yasir Mubaroq, S.T.K., S.I.K, M.H.

Di lokasi terpisah, sejumlah pengguna jalan mengaku merasakan langsung dampak positif dari kehadiran polisi di pagi hari.

“Perjalanan jadi lebih lancar dan teratur. Rasanya aman karena ada polisi yang mengatur dari pagi,” ujar salah satu pengendara yang melintas di simpang empat Kantor Pos Blitar.

AKP Galih menambahkan bahwa kegiatan pelayanan pagi ini merupakan wujud nyata pelayanan prima (excellent service) Polri.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman. Kehadiran polisi di jalan raya tidak hanya untuk menilang, tapi juga mencegah pelanggaran dan potensi kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Kasat Lantas juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan.

“Bila merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di area yang aman atau di pos polisi terdekat. Stop pelanggaran, stop kecelakaan,” pungkasnya. (Jef/Red)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Dinkes Blitar Gerak Cepat Libatkan Puskesmas, Dapur MBG Didorong Kantongi Sertifikat Laik Higiene

Published

on

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Upaya nyata diwujudkan dengan menerbitkan Surat Edaran Bupati Blitar Nomor B/050/288/409.3.4/202, tentang kewajiban Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Tak hanya menerbitkan aturan, Dinkes Blitar juga membentuk tim kerja internal yang melibatkan puskesmas di seluruh kabupaten untuk mempermudah dan mempercepat proses pengurusan sertifikat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, M.Kes., mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah 39 SPPG yang mengajukan permohonan SLHS. Dari jumlah tersebut, 7 SPPG telah resmi menerbitkan sertifikatnya.

“Kami bentuk tim kerja yang juga melibatkan puskesmas. Harapannya, proses visitasi ke SPPG semakin cepat dan segera seluruh dapur MBG memenuhi syarat higiene sanitasi,” ujar dr. Christine, pada Kamis (09/04).

Dinkes Blitar tidak hanya menunggu pengajuan, tetapi secara aktif melakukan promosi pengurusan SLHS kepada seluruh SPPG. Tim dari puskesmas turun langsung memberikan pendampingan, mulai dari kelengkapan dokumen hingga inspeksi kesehatan lingkungan.

Menurut dr. Christine, SLHS merupakan persyaratan wajib yang menunjukkan komitmen SPPG terhadap keamanan pangan bagi para penerima manfaat MBG, seperti anak sekolah dan ibu hamil.

Flier pendaftaran SLHS, (dok/Dinkes).

Dengan kolaborasi antara Dinkes, puskesmas, dan para pengelola SPPG, target seluruh dapur MBG bersertifikat laik higiene optimistis segera tercapai.

“Kami terus mendorong SPPG yang belum mengajukan agar segera melengkapi persyaratan. Karena sertifikat ini jaminan bahwa makanan yang disajikan benar-benar sehat dan higienis,” tegasnya.

Dalam Surat Edaran tersebut, Pemkab Blitar menetapkan bahwa SLHS diterbitkan paling lama 14 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap.

Persyaratan yang diminta pun terstruktur, antara lain:

· Surat permohonan dari Kepala SPPG dan Ketua Yayasan

· Dokumen penetapan SPPG dari Badan Gizi Nasional

· Denah dapur

· Sertifikat penjamah pangan (minimal 50% karyawan)

· Hasil uji air dan pangan siap saji

· Hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan

Sebagai informasi, bagi SPPG yang sebelumnya telah memiliki SLHS Sementara (berdasarkan SE lama), sertifikat tersebut tetap berlaku hingga habis masa berlakunya. Namun, mereka tetap diwajibkan mengajukan SLHS permanen sesuai aturan baru.

Langkah progresif ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius menghadirkan program MBG yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, bersih, dan terjamin kesehatannya. (JK/Red)

Continue Reading

Trending