Connect with us

Redaksi

Diduga Tak Sesuai RTRW, Pemasangan Tiang Provider di Tulungagung Patut Dipertanyakan

Published

on

Caption Foto : Tiang Provider atau Telekomunikasi

TULUNGAGUNG— Berdasarkan informasi yang diterima, Laskar Merah Putih (LMP) Macab Tulungagung mempertanyakan terkait pemasangan tiang provider atau telekomunikasi yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Tulungagung, Hendri Dwiyanto, mengutarakan kekhawatirannya akan keberadaan tiang-tiang tersebut yang terlihat tidak teratur dan terkesan asal-asalan.
Hendri menyatakan bahwa banyak tiang provider yang dipasang di beberapa tempat tidak memperhatikan aspek keindahan dan keselamatan.
Hal ini terlihat dari banyaknya kabel telekomunikasi yang bergantungan di jalan, yang dapat membahayakan pengendara.
Selain itu, pemasangan tiang telekomunikasi ini diduga tidak sesuai dengan RTRW yang berlaku, sehingga juga menimbulkan ketidaknyamanan dari sisi keindahan.
“Pemasangan tiang telekomunikasi diduga tak sesuai dengan RTRW, dan ini sangat menimbulkan ketidaknyamanan”, terangnya, Kamis(23/11).
Ia juga menunjukkan kekhawatirannya terhadap status keberadaan tiang-tiang tersebut. Selain milik telkom, ada juga provider lain yang ikut memasang tiang telekomunikasi.
Oleh karena itu, LMP Tulungagung mempertanyakan apakah semua tiang kabel tersebut telah memiliki izin resmi dan sesuai dengan tata ruang yang pengelolaannya ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tulungagung?
Selain itu, LMP Macab Tulungagung telah mengirim surat kepada Dinas PUPR Tulungagung dan Diskominfo Tulungagung mengenai hal ini.
“Mengenai hal ini kami telah melayangkan surat ke PUPR dan Diskominfo”, jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga memberikan tembusan surat kepada Pj Bupati Tulungagung, Ketua DPRD Tulungagung, dan DMPTSP Tulungagung.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas PUPR Tulungagung, PJ Bupati Tulungagung, DPRD Tulungagung belum memberikan keterangan. (Red)

Redaksi

Milad Perdana SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Setahun Berkhidmad dengan Kesederhanaan

Published

on

TULUNGAGUNG — Genap satu tahun berkhidmad, SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar Tulungagung menggelar tasyakuran milad perdana pada Minggu 4 Januari 2026.

Acara sederhana tersebut menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan satu tahun pengabdian yang dijalani dengan niat tulus dan penuh keikhlasan.

Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menjelaskan bahwa dapur SPPG secara operasional mulai berjalan pada 6 Januari 2025.

Namun, tasyakuran awal pendirian dapur dilaksanakan pada 4 Januari 2025, sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari milad.

“Semoga berkah. Tasyakuran ini sederhana, hanya untuk bersyukur agar perjalanan ke depan diberi kemudahan dan keberkahan,” tutur KH. Imam Mawardi Ridlwan yang akrab disapa Abah Imam.

Peringatan satu tahun SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar ditandai dengan tumpengan dan tahlil yang dipimpin bersama para relawan dan warga sekitar.

Kasatpel SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar, Yanita, menyampaikan bahwa tasyakuran ini digelar secara terbatas tanpa undangan resmi.

“Yang kami undang hanya rekan relawan dan tetangga sekitar dapur. Kami mohon doa di usia satu tahun ini. Ini milad perdana, semoga membawa berkah,” ujar Yanita.

Suasana acara berlangsung hangat dan guyub. Tanpa kemewahan, para tamu duduk lesehan, bersholawat, bertahlil, mendengarkan sambutan, dan berdoa bersama. Kesederhanaan justru menjadi kekuatan yang merekatkan kebersamaan.

Abah Imam mengenang awal perjalanan dapur MBG yang dikelola pesantren.

“Pada 4 Januari 2025 kita menggelar tasyakuran kecil. Dua hari kemudian, 6 Januari, dapur MBG mulai running untuk berkhidmad,” kenangnya.

Dapur MBG bukan sekadar tempat memasak, melainkan simbol pengabdian. Asap yang mengepul dari tungku menjadi tanda kerja tulus yang terus berjalan demi kemaslahatan bersama.

Tasyakuran tersebut turut dihadiri perwakilan Koramil dan Polsek Kedungwaru sebagai sahabat dan mitra pesantren, serta para relawan dan tetangga sekitar.

Dalam sambutannya, perwakilan Koramil Kedungwaru, Edy Mulyono, menyampaikan apresiasi atas peran Pesantren Al Azhaar.

“Pesantren ini telah berkhidmad dengan baik. Semoga apa yang dilakukan membawa keberkahan,” jelasnya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, juga menyempatkan hadir dan mengenang awal dukungannya terhadap dapur SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar Kedungwaru.

“Tak terasa sudah setahun Al Azhaar Kedungwaru berkhidmad. Ini peran yang sangat baik dan tulus. Dapur Al Azhaar termasuk dapur yang sejak awal rela menalangi dana,” ungkap Nurhadi.

Kini, setelah satu tahun berjalan, dapur SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar tetap beroperasi. Relawan terus setia, warga sekitar tetap mendukung, dan rasa syukur semakin mendalam.

Milad perdana ini bukan sekadar peringatan waktu, melainkan pengingat bahwa sesuatu yang dimulai dengan niat tulus, meski sederhana, dapat bertahan dan terus tumbuh. (DON/Red)

Continue Reading

Redaksi

Sigap Bertindak, Personel Dit Polairud Polda Jatim Selamatkan Dua Anak Terjebak Lumpur di Pantai Kenjeran

Published

on

Surabaya — Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengamanan dan imbauan keselamatan di kawasan wisata Pantai Kenjeran, Surabaya.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, personel Dit Polairud menemukan dua anak yang terjebak di pinggiran Pantai Kenjeran akibat kondisi air laut yang surut disertai lumpur tebal. Kedua anak tersebut tidak dapat bergerak dan berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan segera.

Melihat situasi tersebut, personel Dit Polairud Polda Jawa Timur yang berada di lokasi langsung melakukan upaya evakuasi.

Dengan kesigapan dan kehati-hatian, evakuasi berhasil dilakukan oleh Bharada Nevan, staf Renmin Dit Polairud Polda Jatim, sehingga kedua anak dapat diselamatkan dalam kondisi selamat.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyampaikan apresiasi atas respons cepat personel di lapangan.

“Kami mengapresiasi langkah cepat dan responsif personel Dit Polairud Polda Jawa Timur yang tidak hanya melaksanakan pengamanan dan imbauan keselamatan, tetapi juga sigap memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kombes Pol Erdi juga mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata pantai agar selalu mematuhi aturan keselamatan, memperhatikan kondisi alam sekitar, serta mengikuti arahan petugas demi menghindari kejadian yang dapat membahayakan keselamatan. (DON/Red)

Continue Reading

Redaksi

Panglima Armada III Sambut Kedatangan Menhan RI dan Panglima TNI di Timika

Published

on

Timika — Panglima Armada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman SN, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla., menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (2/1/2026).

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI di Kabupaten Mimika meliputi pelaksanaan upacara KPLB, pengarahan kepada prajurit organik dan Satgas Papua di Aula Yonif 754/ENK, peninjauan Marshalling Area Jenderal Besar A.H. Nasution–Soedirman, peresmian Base Operations (Baseops) baru Lanud Yohanis Kapiyau, serta peresmian dan penandatanganan prasasti Marshalling Area Jenderal Achmad Yani.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan RI memberikan penekanan kepada seluruh prajurit yang bertugas di wilayah Kabupaten Mimika agar senantiasa waspada, tidak lengah, serta saling mengingatkan dalam pelaksanaan tugas.

Menhan RI menegaskan bahwa prajurit yang bertugas di daerah terdepan dan terjauh memiliki tanggung jawab yang mulia dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Setiap prajurit harus memiliki tekad yang kuat dan teguh hingga berakhirnya penugasan. Hanya satu jawaban dalam berbakti kepada bangsa dan negara, yaitu berhasil dalam tugas,” tegas Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan nasional di wilayah Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika. (Timo)

Continue Reading

Trending