Redaksi
Hotel di Kediri Didemo Warga, Tiga Pilar Desa Putih Gelar Mediasi

KEDIRI, 90detik.com -Tiga pilar Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri melakukan mediasi terhadap aksi warga yang menuntut untuk dilakukan penutupan hotel.
Diduga dijadikan tempat mesum, pasangan bukan suami istri. Bertempat di Balai Desa Putih, pada Senin (19/02).
Sebelumnya, puluhan warga yang tinggal didekat hotel melakukan aksi unjuk rasa pada Minggu 18 Februari 2024. Mereka menuntut untuk dilakukan penutupan Hotel dan Studio Yobel.

Suasana mediasi, di Balai Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.(doc Is)
Dalam meditasi itu, dihadiri perwakilan masyarakat sekitar hotel, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta pimpinan dan pemilik hotel tersebut dan Kepala Desa Putih Muhammad.
Kesempatan ini, perwakilan warga AF menyampaikan kepada pemilik hotel Roy S, agar hotel tersebut tidak digunakan pasangan muda mudi yang bukan suami istri diduga melakukan tindakan asusila.
“Dan warga selama ini hanya diam, mengetahui hotel tersebut sering ada masuk pasangan muda mudi,”ujarnya.
Pihak warga yang lain juga menjelaskan, bahwa hotel tersebut suda beroperasi sekitaran lima tahun.
Dalam mediasi itu, Kepala Desa Putih Muhammad F, menyampaikan akan dibuatkan berita acara dan surat pernyataan dari warga. Apabila warga melihat atau ditemui pasangan yang bukan suami istri masuk ke hotel akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
“Sore ini akan dibuatkan pernyataan kepada warga setempat dalam berita acara apabila warga masih mendapati hotel tersebut di jadikan mesum muda mudi, AF perwakilan warga desa putih akan meneruskan dan melaporkan ke pihak berwenang supaya menutup hotel tersebut,” ungkap Kepala Desa.
Sementara itu, pemilik hotel Roy S saat dihubungi ditempat terpisah membenarkan kepada awak media bahwa hotelnya telah di demo warga. Namun pihaknya tetap akan membuka usahanya karena sudah mempunyai ijin.(Red/I.s)
Redaksi
Ribuan Takjil Dibagikan Komunitas King Bleyer Tulungagung di Cupit Urang Srikaton, Warga Antusias Menyerbu

TULUNGAGUNG — Ribuan paket takjil dibagikan oleh komunitas King Bleyer Tulungagung kepada masyarakat di kawasan Cupit Urang, Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, pada Minggu (8/3). Kegiatan sosial tersebut disambut antusias oleh warga yang melintas maupun masyarakat sekitar.
Sejak sore hari, para anggota komunitas sudah berkumpul di lokasi untuk menyiapkan pembagian takjil kepada para pengendara dan warga yang melintas di jalur tersebut. Paket takjil yang berisi aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa dibagikan secara gratis menjelang waktu berbuka.
Tidak butuh waktu lama, ratusan warga terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi pembagian. Para pengendara sepeda motor, mobil, hingga pejalan kaki ikut mengantre untuk mendapatkan takjil yang dibagikan oleh para anggota komunitas.
Suasana di sekitar lokasi pun tampak ramai. Beberapa warga bahkan datang bersama keluarga untuk ikut merasakan kebersamaan dalam kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan tersebut.
Koordinator kegiatan dari komunitas King Bleyer Tulungagung, Mohamad Malikul Aziz Aiskete, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian komunitas kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

Team Komunitas King Bleyer Tulungagung. Foto: (dok/istimewa)
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin kami setiap bulan Ramadan. Tujuannya untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Menurutnya, ribuan paket takjil telah disiapkan oleh para anggota komunitas melalui iuran dan dukungan dari para donatur. Dengan semangat kebersamaan, para anggota turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada warga.
Selain berbagi takjil, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kekompakan antaranggota komunitas sekaligus menunjukkan bahwa komunitas otomotif juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Warga Desa Srikaton yang menerima takjil pun mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Mereka menilai kegiatan berbagi seperti ini sangat membantu, terutama bagi warga yang sedang dalam perjalanan dan belum sempat menyiapkan makanan untuk berbuka.
“Alhamdulillah senang sekali. Apalagi kalau sedang di jalan dan dapat takjil seperti ini sangat membantu untuk berbuka puasa,” terang salah seorang warga.
Kegiatan pembagian takjil berlangsung tertib hingga menjelang waktu berbuka puasa. Dalam waktu singkat, ribuan paket takjil yang disiapkan oleh komunitas King Bleyer Tulungagung pun habis dibagikan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat semakin meningkat, khususnya selama bulan suci Ramadan yang identik dengan kebersamaan dan saling membantu sesama. (DON/Red)
Redaksi
Persiapan TKA SMP 2026 Dimatangkan, Disdik Tulungagung Libatkan 48 Sekolah dalam Sosialisasi

TULUNGAGUNG — Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi teknis kepada satuan pendidikan yang dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026), sebagai upaya menyamakan persepsi sekaligus memastikan kesiapan sekolah sebelum memasuki tahapan gladi bersih hingga pelaksanaan ujian utama.
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan, Kurikulum, Bahasa dan Perizinan (PKKBP) tersebut diikuti 107 peserta yang merupakan perwakilan dari 48 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Tulungagung.
Sosialisasi ini menjadi forum koordinasi awal antara dinas pendidikan dan pihak sekolah dalam mempersiapkan pelaksanaan TKA agar berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Sosialisasi teknis tersebut diprakarsai oleh Kepala Bidang PKKBP Dinas Pendidikan Tulungagung, Erna Umi Safitri, S.Pd., yang juga bertindak sebagai penanggung jawab teknis kegiatan.
Dirinya menegaskan bahwa kesiapan teknis di tingkat sekolah menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kelancaran pelaksanaan TKA.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang PKKBP Dinas Pendidikan Tulungagung, Gatot Suwarno, S.Pd., M.M., saat dikonfirmasi menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat koordinasi antar satuan pendidikan.
Menurutnya, komunikasi yang solid antar penyelenggara di tingkat sekolah sangat penting untuk meminimalkan potensi kendala saat ujian berlangsung.
“Melalui forum ini kami ingin memastikan tidak ada lagi perbedaan pemahaman terkait mekanisme pelaksanaan TKA. Dengan persepsi yang sama, setiap sekolah dapat menjalankan tahapan ujian secara tertib dan sesuai prosedur,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, panitia memaparkan berbagai aspek teknis pelaksanaan TKA secara menyeluruh.
Materi yang disampaikan meliputi kesiapan sarana dan prasarana ujian, pengaturan ruang pelaksanaan, mekanisme distribusi dan pengamanan soal, sistem pengawasan, hingga tata cara pelaporan hasil ujian.
Selain aspek teknis, dinas pendidikan juga menekankan pentingnya menjaga integritas serta profesionalisme panitia dan pengawas ujian.
Hal ini dinilai menjadi kunci untuk menjaga kredibilitas pelaksanaan TKA sekaligus memastikan proses evaluasi akademik berjalan secara jujur, transparan, dan akuntabel.
Gatot Suwarno berharap melalui kegiatan sosialisasi ini seluruh SMP di daerah tersebut dapat memahami secara menyeluruh tahapan pelaksanaan TKA, mulai dari persiapan, gladi bersih, hingga pelaksanaan utama.
“Dengan kesiapan yang matang, potensi kendala teknis di lapangan diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin. Dengan koordinasi yang semakin solid antara dinas dan satuan pendidikan, kami optimistis pelaksanaan TKA SMP 2026 dapat berjalan lancar, profesional, serta memberikan gambaran objektif terhadap capaian kompetensi akademik peserta didik di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya. (DON/Red)
Redaksi
Roti Berjamur, Pembina Yayasan Al Azhaar: Sudah Dibiayai Rp6 Juta Sehari, Jangan Rakus

TULUNGAGUNG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah ditemukan makanan tidak layak konsumsi dalam paket yang dibagikan kepada siswa sekolah dasar di Tulungagung. Temuan roti berjamur dalam paket snack tersebut memicu kritik keras dari Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Azhaar Indonesia, KH. Imam Mawardi Ridlwan.
Kasus ini mencuat setelah media 90detik.com melaporkan adanya roti berjamur yang diterima siswa di SDN 4 Kampungdalem pada Jumat pagi (6/3/2026). Makanan tersebut merupakan bagian dari paket snack program MBG yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Menanggapi hal itu, Imam yang akrab disapa Abah Imam menyampaikan kritik tajam terhadap para mitra penyedia makanan dalam program tersebut. Dia menilai temuan roti berjamur menunjukkan adanya kelalaian serius bahkan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program di lapangan.
Menurutnya, para mitra MBG seharusnya menjalankan amanah pemerintah dengan penuh tanggung jawab dan tidak mengurangi kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa.
“Mereka para mitra BGN sudah diberi dana sewa oleh BGN setiap hari Rp6 juta. Maka tidak baik masih mengkorupsi dana jatah para murid. Jangan rakus. Belanjakan yang amanah. Jujurlah sebagai mitra BGN,” tegas Imam Mawardi Ridlwan pada Jumat (6/3).
Pihaknya menegaskan, praktik menekan biaya hingga mengorbankan kualitas makanan sangat tidak dapat dibenarkan, apalagi program tersebut menyasar anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan gizi yang baik.
Lebih lanjut, Abah Imam meminta para kepala dapur MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap mematuhi standar belanja makanan yang telah ditetapkan pemerintah.
Dirinya mengingatkan bahwa anggaran makanan harus digunakan sesuai ketentuan, yakni Rp8.000 untuk siswa kelas kecil dan Rp10.000 untuk siswa kelas besar.
Menurutnya, kepala SPPG memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahan makanan yang diterima benar-benar layak konsumsi.
“Para Kepala SPPG harus tetap membelanjakan Rp8.000 untuk kelas kecil dan Rp10.000 untuk kelas besar. Jika mitra memberikan bahan yang kurang baik, lebih baik ditolak dan dibuat laporan khusus,” ujarnya.
Abah Imam juga menyoroti pentingnya peran pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di daerah. Dia meminta para kepala satuan pelaksana (Kasatpel), koordinator kecamatan (Korcam), hingga koordinator wilayah (Korwil) SPPG untuk tidak ragu bersikap tegas terhadap mitra yang melanggar.
Menurutnya, program yang dirancang untuk meningkatkan gizi anak-anak bisa kehilangan tujuan jika pengawasan di lapangan lemah.
“Mitra nakal harus diberi peringatan agar program yang baik ini dapat berjalan sesuai tujuan awal,” terangnya.
Dalam pesannya yang disampaikan dari Tanah Suci pada Jumat (6/3), dia juga menegaskan bahwa aparat pengawas program tidak boleh bersikap pasif.
“Kasatpel, Korcam, dan Korwil wajib tegas. Tidak boleh lemah,” tegasnya.
Selain itu, Abah Imam juga menekankan bahwa kepala SPPG harus memiliki keberanian untuk menolak bahan makanan yang tidak layak dari mitra penyedia.
Ketegasan tersebut menjadi kunci agar kualitas makanan yang diterima siswa tetap terjaga dan program MBG benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan anak-anak sekolah.
“Jadi Kepala SPPG harus tegas. Kalau ada mitra nakal, harus berani menolak,” pungkasnya.
Temuan roti berjamur di sekolah dasar tersebut menjadi alarm bagi pelaksanaan program MBG di daerah. Tanpa pengawasan ketat dan integritas para mitra penyedia makanan, program yang bertujuan meningkatkan gizi generasi muda berisiko tercoreng oleh praktik yang tidak bertanggung jawab. (DON/Red)
Editor: Joko Prasetyo
Redaksi3 hari agoProgram MBG di Tulungagung Tercoreng: Gagal Jaga Mutu, Roti Berjamur Dibagikan ke Siswa SDN 4 Kampungdalem
Redaksi2 minggu agoSekjen Kemenperin Dikabarkan Dilaporkan ke KPK, Aparat Diminta Klarifikasi
Redaksi5 hari agoPT Indoco Surabaya Mangkir, Pokmas Tani Mandiri Beri Ultimatum 7 Hari: Dokumen HGU Dipertanyakan, Lahan Terancam Diusulkan Jadi TORA
Redaksi3 minggu agoKasus Dugaan Korupsi Covid-19 dan Jalan Wetar Segera Digelar, Penyidik Panggil Ulang Saksi Gratifikasi
Redaksi2 minggu agoSP2HP2 Terbit, Fredi Moses Desak Mabes Polri Ambil Alih Dugaan Korupsi Pulau Wetar: Ada Ancaman dan Isu “Pengamanan Kasus”
Redaksi1 minggu agoDisdik Tulungagung Pasang Badan untuk Siswa: Jual Beli Baju dan Buku Sekolah Dilarang Keras
Jawa Timur2 minggu agoSetahun GABAH Memimpin, Bupati Gatut Sunu Ajak Semua Tetap Satu Gerbong demi Tulungagung Maju
Hukum Kriminal2 minggu agoAMKEI Serukan Keadilan: Jangan Lindungi Oknum, Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Tual Tak Boleh Berakhir Damai












