Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Jawa Timur · 17 Jan 2024 WIB ·

Naratif Pilu Jembatan Dawuhan Yang Tak Kunjung Usai


 Naratif Pilu Jembatan Dawuhan Yang Tak Kunjung Usai Perbesar

Keterangan foto, Proses pengerjaan proyek jembatan Dawuhan, Kademangan, Kabupaten Blitar.(doc foto: ist)

BLITAR, 90detik.com– Jembatan Dawuhan di Kademangan, Kabupaten Blitar, masih menyisakan cerita yang kurang mengenakkan.

Proyek ambisius senilai Rp. 7,4 miliar yang seharusnya sudah selesai pada 22 Desember 2023.

DPRD Kabupaten Blitar mencatat deviasi proyek yang semakin meluas. Padahal, jembatan ini menerima kesempatan perpanjangan, namun jembatan Dawuhan progres yang dicapai saat ini sekitar 70 persen mengalami deviasi sekitar 8 persen dari target.

“Padahal pengerjaan itu sudah diberikan kesempatan perpanjangan pertama,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto yang akrab disapa Sugik, pada Rabu (17/01).

Denda harian sebesar Rp. 7 juta, bagi sang kontraktor, tak hanya peluang yang terancam, tetapi juga blacklist menghampiri.

Kesempatan berlipat tidak menghapus ketegangan, dengan target terakhir disematkan pada 28 Februari 2024.

“Itu kalau tidak selesai maka sisa dana harus dikembalikan ke pusat hal itu tentu menjadi beban untuk APBD,” tambah Sugik.

Namun, pertanyaan mengemuka tentang pemilihan kontraktor asal Aceh di awal lelang. DPRD Kabupaten Blitar menyesalkan keputusan ini, seolah mempertanyakan apakah langkah-langkah itu seperti tarian canggung di atas panggung yang tak dikenal.

“Sebetulnya kontraktor dari mana saja tidak masalah, yang jadi masalah jika kontraktor yang berasal dari luar kota tidak tahu kondisi di sini sehingga molor seperti ini,” pungkas Sugik.

Jembatan Dawuhan, tak hanya potongan beton, melainkan juga benang kisah kehidupan. Penghubung antara Dusun Midodaren, Kaliandong, Klangkapan dengan Desa Dawuhan, dan jalan menuju wilayah Dawuhan bagian atas.

Di dalam jembatan yang roboh pada Februari 2021 ini, tertulis kisah pilu seribu kepala keluarga (KK) yang menanti.

Hujan deras dan banjir, pelaku utama tragedi 2 tahun silam, membuat jembatan yang memiliki panjang 17 meter dan lebar 5 meter itu runtuh.

Kini, di tengah upaya rekonstruksi dengan dana dari BNPB, jembatan Dawuhan memulai babak baru. Panjangnya akan mencapai 33 meter, menggantikan jejak sebelumnya yang tergores oleh waktu dan bencana.

Dalam bayang-bayang senja yang semakin meranggas dan diiringi nyanyian bisu tebing-tebing bukit Dawuhan, proyek ini bukan sekadar sekumpulan material konstruksi.
(Tim/Red)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Kamtibmas, Polres Kediri Tingkatkan Patroli Rutin Obyek Vital

19 April 2024 - 09:57 WIB

Tanggap dan Responsif, Personel Polres Mojokerto Bantu Korban Laka Lantas

19 April 2024 - 09:43 WIB

Cegah Laka Laut Pada Lebaran Ketupat Sinergitas TNI – Polri Beri Pengamanan di Pantai Watu Pecak Lumajang

19 April 2024 - 09:39 WIB

Polda Jatim Terapkan KRYD Antisipasi Arus Balik Mudik Tahap Dua

19 April 2024 - 09:34 WIB

Polrestabes Surabaya Amankan 11 Orang di Jalan Kunti Diduga Pemain Narkoba

19 April 2024 - 09:17 WIB

Polisi Berhasil Amankan Seorang Residivis yang Melakukan Percobaan Pencurian Kotak Amal

19 April 2024 - 09:14 WIB

Trending di Jawa Timur