Connect with us

Jawa Timur

Polres Mojokerto Kota Berhasil Amankan Komplotan Pelaku Curanmor yang Beraksi di 15 TKP

Published

on

KOTA MOJOKERTO, 90detik.com – Sebanyak 3 terduga pelaku spesialis Curanmor yang sudah beraksi di 15 TKP, berhasil dibekuk oleh Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

Hal ini dijelaskan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri S.I.K., M.H. dalam Konferensi Pers ungkap kasus Curanmor di Lapangan Patih Gajah Mada Mako Polres Mojokerto Kota, didampingi Wakapolres Kompol Supriyono S. Sos., M.H, Kasat Reskrim AKP Rudi dan Kasihumas IPDA Agung,

“Anggota Satreskrim berhasil mengamankan sebanyak 10 unit motor yang diduga berasal dari 15 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda.”ungkap AKBP Daniel,Selasa (3/4).

Kapolres Mojokerto Kota menyebutkan bahwa Sepeda motor hasil curian yang diamankan dari pelaku meliputi 1 Yamaha Jupiter Z, 1 Honda Supra, 2 Honda PCX, 5 Honda Vario, serta 1 Honda Scoopy.

Menurut AKBP Daniel, ketiga tersangka sudah 15 kali mencuri sepeda motor dalam 3 bulan terakhir.

Dalam kesempatan jumpa pers kali ini, AKBP Daniel juga menjelaskan ketiga pelaku pencurian motor itu diamankan pada 20-22 Maret lalu.

Pelaku adalah BA (36), warga Gedeg, Mojokerto, MZ (27), warga Kranggan, Kota Mojokerto, serta RP (28), warga Kelurahan Tanahkali Kedinding, Kenjeran, Surabaya.

Ketiga tersangka berstatus residivis dan salah satu dari tiga pelaku ternyata baru saja keluar pada bulan Februari 2024.

“Tersangka MZ dan RP pernah terlibat kasus pencurian, sedangkan BA pernah terlibat kasus narkoba,”jelas AKBP Daniel.

Motif tersangka melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena ketiga tersangka tidak mempunyai pekerjaan tetap.

“Mereka mendapatkan untung Rp 1,6 juta sampai Rp 3,2 juta dari setiap motor yang mereka curi, lalu mereka jual,” Imbuh AKBP Daniel

Sementara itu Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Achmad Rudi Zaeny menjelaskan komplotan maling motor ini antara lain sudah beraksi di Jalan Empunala nomor 485 D l, Jalan Bhayangkara nomor 25, Gang Gotong-royong Lingkungan Balongsari, Kelurahan Wates, Miji, Mentikan, serta Sooko.

Menurut AKP Rudi, para tersangka menjual sepeda motor curian ke seorang penadah di kawasan Terminal Purabaya, Sidoarjo.

“Penadah tersebut panggilannya Nyong, masih kami buru,” tandasnya.

Kasatreskrim menyatakan bahwa anggotanya berhasil mengamankan 3 pelaku bersama 10 motor, BPKB dan STNK, flashdisk, kunci motor Scoopy, hoodie hitam dan coklat, topi, 1 set kunci Y yang digunakan tersangka untuk melakukan aksinya.

“Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (2) KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Mereka terancam hukuman 9 tahun penjara.” Ungkap AKP Rudi Zaeny. (Red)

Jawa Timur

Raih 22 Suara, Samanhudi Anwar Pimpin KONI Kota Blitar

Published

on

BLITAR – Samanhudi Anwar resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026-2030. Pemilihan berlangsung di Balai Kota Kusumo Wicitro, Kota Blitar, pada Selasa (19/5).

Dalam pemilihan yang diikuti 37 cabor satu cabor, Perbakin, dinyatakan non-aktif atau SK mati, Samanhudi meraih 22 suara, unggul atas pesaingnya Toni Andreas yang memperoleh 15 suara. Dengan mekanisme satu cabang olahraga (cabor) satu suara.

Samanhudi Anwar, saat menyampaikan keterangan pers, usai acara pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar, (dok/JK).

Usai kegiatan, Samanhudi menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media. Ia menegaskan kemenangannya merupakan cerminan aspirasi kolektif.

“Betul-betul masih kuat. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” ujarnya.

Meski menang, Samanhudi menyatakan kesiapannya untuk menjalani proses selanjutnya dengan penuh tanggung jawab. Ia sempat menyebut wacana pengunduran diri dari posisi sebelumnya, namun menyerahkan detail teknis kepada ketua harian terpilih, nantinya.

“Saya tahu diri dan saya sadar diri. Saya pelaku, pegiat olahraga,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi tiga pilar dalam pembinaan olahraga, pelaku (pegiat olahraga, red), legislatif, dan pemerintah.

“Tiga ini harus sinkron. Jangan mengancam. Pemerintah cuma melihat, membina, memberi dana, selesai,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan media dan pemanfaatan teknologi informasi (IT).

“Dunia ini ada tiga, dunia nyata, gaib, dan IT. Saya harus kerja sama dengan semua,” ujar Samanhudi menambahkan.

Menghadapi persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027, Samanhudi optimistis dengan potensi besar yang dimiliki.

“Potensi kita sangat besar menghadapi Porprov 2027. Nanti saya beri masukan,” pungkasnya.

Pemilihan berlangsung demokratis dengan total 37 cabor memberikan hak suaranya, menandai babak baru kepengurusan KONI Kota Blitar di bawah kepemimpinan M. Samanhudi Anwar.(JK/Red)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Warga Mencari Ikan di Sungai Brantas Saat Flushing, Seorang Hilang dan Dua Selamat

Published

on

BLITAR – Sebuah peristiwa hanyut terjadi di aliran Sungai Brantas, Kabupaten Blitar, pada Senin (18/5). Seorang warga bernama Isnaini (Dawuhan, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben) dikabarkan hilang terbawa arus saat sedang mengambil ikan imbas kegiatan flushing dari PLTA Jegu Wlingi Raya. Dua warga lainnya, Badi’ dan Yasmani, berhasil selamat.

Flushing atau pladu bendungan adalah proses pembilasan waduk untuk mengeruk dan mengalirkan endapan lumpur (sedimen) agar kapasitas tampungan air kembali maksimal dan operasional PLTA tetap terjaga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi melalui laporan resmi menyebutkan, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu PLTA Jegu Wlingi Raya tengah melakukan flushing, sehingga banyak ikan yang terdampar di sepanjang aliran sungai.

Warga pun berbondong-bondong turun ke sungai untuk mengambil ikan.

Saat asyik mencari ikan, Isnaini dilaporkan terseret arus Sungai Brantas. Informasi ini disampaikan oleh Ali Purwanto, adik ipar korban. Hingga laporan terakhir diterima, Isnaini masih dalam proses pencarian.

“Sementara itu satu orang lainnya bernama Badi’ berhasil menyelamatkan diri. Yang bersangkutan kini dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Wahyudi dalam laporan tertulisnya.

Di lokasi yang berbeda, tepatnya di Kedung Ketek Jegu, seorang warga bernama Yasmani juga sempat hanyut karena kelelahan saat berada di sungai. Namun Yasmani berhasil diselamatkan oleh warga sekitar dan selanjutnya diantar pulang oleh perangkat desa setempat.

Upaya Tim SAR

Tim BPBD Kabupaten Blitar langsung melakukan assessment di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, PMI, ORARI, RAPI, serta perangkat desa setempat. Tim juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan.

Kondisi cuaca saat laporan dikirim terpantau cerah, yang sedikit memudahkan proses pencarian korban Isnaini.

Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mendekati aliran sungai saat PLTA melakukan pembuangan air, karena arus dapat berubah deras tanpa peringatan.(JK/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Presiden Prabowo: Tidak Ada Negara Kuat Tanpa Pangan yang Aman dan Berkesinambungan

Published

on

Tuban— Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keamanan dan keberlangsungan sebuah negara. Dalam sambutannya di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, Presiden menyebut bahwa tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman, lancar, dan berkesinambungan.

“Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” ujar Presiden.

Oleh karenanya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja menjaga sektor pangan nasional. Dari kedekatan emosional yang terbentuk saat bergabung dalam organisasi tani, Kepala Negara memahami langsung peran strategis petani dalam kehidupan bangsa.

“Jadi itulah sejarah, bagaimana saya makin sadar waktu itu pentingnya para petani, para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut membagikan pengalamannya semasa menjadi komandan pasukan tempur. Dari pengalaman tersebut, Presiden menilai pangan bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut pertahanan negara.

“Kalau ada beras kita hitung, berasnya kuat untuk berapa hari. Kalau berasnya untuk 5 hari, ya 5 hari kita operasi. Kalau berasnya 14 hari, 14 hari kita operasi. Bayangkan, saudara-saudara, kalau nggak ada beras. Kalau nggak ada beras, tentara itu juga susah dia beroperasi,” ucap Presiden.

Presiden juga mengenang bagaimana para petani di desa-desa menjadi penopang perjuangan bangsa pada masa perang kemerdekaan. Menurut Presiden, dukungan masyarakat melalui bahan makanan sederhana menjadi kekuatan utama bagi tentara dan aparat negara saat itu.

“Kalau saya latihan di kampung-kampung, rakyat desa, rakyat kampung keluar. Memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Walaupun mereka hidupnya sangat susah. Mereka punya pisang, pisang dikasih. Mereka punya ubi, ubi dikasih. Mereka punya tiwul, tiwul dikasih,” kenang Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keberhasilan swasembada dan ketahanan pangan nasional tidak dapat dicapai tanpa adanya sinergi seluruh elemen bangsa. Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung penguatan pada sektor pangan.

“Setiap mereka yang ingin untuk melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus, harus, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan ini. Saya terima kasih tim pertanian, tim pangan saya sangat baik, sangat kuat,” kata Presiden. (DON/Red)

Continue Reading

Trending