Jawa Timur
Puluhan Petani Blitar Geruduk Kantor DPRD, Sampaikan 8 Tuntutan dan Bongkar Mafia Pupuk Subsidi

BLITAR, 90detik.com- Puluhan petani Kabupaten Blitar melakukan aksi unjuk rasa dan berorasi di depan kantor DPRD Kabupaten Blitar bersama LSM LASKAR, pada Kamis (07/12).
Mereka menuntut untuk memberantas mafia pupuk bersubsidi yang selama ini bercokol di Blitar Raya. Selain itu mereka meminta untuk memperoleh pupuk bersubsidi dan pemerintah untuk memperjuangkan kouta pupuk bersubsidi, karena selama ini keberadaan pupuk bersubsidi seperti hilang tak berbekas saat petani membutuhkan pupuk, sehingga kebutuhan pupuk petani saat musim tanam sangat minim dan kurang.
Swantantio Hani Irawan, koordinator aksi dan juga sebagai Ketua LSM LASKAR dalam orasinya menyampaikan, petani adalah soko guru bangsa petani merupakan tulang punggung bangsa yang yang kedudukannya lebih tinggi. Petani adalah bapak rakyat untuk bangsa ini yang selalu setia menyediakan segala kebutuhan pangan rakyat.
“Petani menyediakan pangan para pejabat pembuat aturan dan kebijakan rakyat yang juga diharapkan berpihak ke petani. Pernahkah mereka berpikir ketika di meja makan tiga kali sehari tentang pengorbanan petani dalam pengelolaan lahan penanaman benih perawatan pemanenan pengelolaan hasil panen oleh petani,” ujar Swantantio yang akrab disapa Tiyok yang juga sebagai Ketua Format ini.
Tiyok juga menambahkan, selama ini petani hanya menjadi anak tiri yang juga hanya menjadi tumbal banyaknya peraturan dan kebijakan yang mereka buat di Kabupaten Blitar. Kurang lebih 70% dari 1.300.000 penduduk Kabupaten Blitar bermata pencaharian petani artinya petani lah yang seharusnya menguasai perekonomian di Kabupaten Blitar.
Sehingga petani di Kabupaten Blitar mendapatkan perhatian khusus dan menjadi prioritas dalam segala bentuk program di Kabupaten Blitar terutama masalah ketersediaan air dan ketersediaan pupuk.
“Faktanya di saat ini di era kepemimpinan Bupati Mak Rini Syarifah petani menjadi anak tiri. Petani berduka tetapi mereka tertawa petani menangis dan sekarat karena pupuk mahal dan hilang musnah tak berbekas, tetapi mereka melancong bepergian dengan alasan studi banding hanya untuk menghambur-hamburkan uang rakyat,” tegasnya.
Usai melakukan orasinya, koordinator aksi bersama perwakilan dari petani diijinkan masuk untuk menyampaikan dengar pendapat dengan difasilitasi oleh Ketua Komisi II Candra Purnama dan dihadiri Wakil Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Toha Mashuri, bersama OPD terkait.

Caption Foto : Suasana saat rapat dengar pendapat di ruang rapat transit DPRD Kabupaten Blitar.
(Sumber foto doc Jk)
Usai rapat dengar pendapat, Tiyok menyampaikan, ada delapan tuntutan yang disampaikan pada kesempatan tersebut, salah satunya pupuk bersubsidi dan proses pengadaannya dalam peraturan menteri perdagangan nomor 4 tahun 2023 tentang pengadaannya dan penyalurannya mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Untuk kebutuhan petani serta segala aturan tentang bagaimana pengadaan dan subsidi telah jelas disebutkan di dalam Peraturan Menteri nomor 10 Tahun 2022 tertulis tentang tata cara penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi terutama di dalam pasal 13 ayat f yang berbunyi menjual pupuk bersubsidi kepada petani atau kelompok tani dengan tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi.
”Untuk itu LSM LASKAR menuntut, stabilitas harga pupuk bersubsidi sesuai HET, ajukan relokasi untuk tambahan kuota pupuk bersubsidi, tindak tegas para kios atau pengecer yang terbukti mark up harga pupuk bersubsidi, copot dan pecat para pejabat pelaksana pupuk bersubsidi yang terbukti ikut bermain pupuk bersubsidi di Pemerintah Kabupaten Blitar” ujarnya.
Bukan itu saja, Tiyok juga menyatakan untuk dilakukan pengawasan ketat tentang pendistribusian pupuk bersubsidi lakukan dan ajukan relokasi tentang turunnya bersubsidi sesuai dengan jadwal tanam di setiap wilayah.
”Serta berantas dan tindak tegas mafia pupuk bersubsidi dari hulu hingga hilir dan perbanyak program kegiatan tentang jaminan ketersediaan air di lahan pertanian dengan inovasi dan teknologi”, pungkasnya.
Sementara itu, Toha Mashuri selaku Wakil Ketua KP3 Kabupaten Blitar menjelaskan, penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Blitar, hingga kini telah mencapai angka 89 persen. Kendati begitu, Toha tetap menyikapi positif aspirasi dari LSM Laskar.
“Sebenarnya, pupuk di Blitar ini tidak ada masalah. Hingga kini pun serapannya sudah mencapai 89 persen. Artinya apa? Sebetulnya petani di Kabupaten Blitar tidak kesulitan untuk menjangkau pupuk yang ada. Tapi bagaimanapun, kami tetap apresiasi teman-teman Laskar dalam upaya menjaga stabilitas pupuk di Kabupaten Blitar,” terang Toha yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Blitar ini.
Pihaknya juga menyampaikan , tak menutup kemungkinan ada beberapa petani yang mengalami kesulitan dalam mengakses pupuk.
“Ya itu tetap akan menjadi catatan dan koreksi bagi kami, untuk lebih meningkatkan lagi pengawasan peredaran pupuk yang ada di Kabupaten Blitar,” pungkasnya. (Jk)
Jawa Timur
Usai Dilantik, Ketua KONI Kota Blitar Samanhudi Anwar Mundur, Fokus Pembinaan Atlet Tetap Jadi Prioritas

BLITAR – Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar masa bakti 2026–2030 yang berlangsung di Graha Kusuma Wicitra, Kamis (18/6/2026), diwarnai dinamika organisasi.
Ketua Umum KONI Kota Blitar yang baru dilantik, M. Samanhudi Anwar, secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sesaat setelah prosesi pelantikan selesai.
Pelantikan yang dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan KONI Jawa Timur tersebut dihadiri jajaran KONI Provinsi Jawa Timur, unsur Forkopimda, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), cabang olahraga, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang olahraga.
Kepengurusan KONI Kota Blitar periode 2026–2030 sebelumnya ditetapkan dengan M. Samanhudi Anwar sebagai Ketua Umum dan Elim Tyu Samba sebagai Wakil Ketua Umum.
Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi motor penggerak kebangkitan prestasi olahraga Kota Blitar di tingkat regional maupun nasional.
Namun, usai pelantikan, Samanhudi mengumumkan keputusan untuk mundur dari kursi Ketua Umum KONI Kota Blitar. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen yang telah ia sampaikan sejak awal proses pencalonan.
Ia mengungkapkan bahwa surat pengunduran dirinya bahkan telah ditandatangani sekitar dua pekan sebelum pelantikan berlangsung.
“Seorang pimpinan itu harus punya komitmen. Komitmen saya dulu, sehabis dilantik saya mengundurkan diri. Saya harus gentleman,” ujar Samanhudi kepada awak media.
Samanhudi menjelaskan, keputusan tersebut juga diambil untuk menghindari potensi gejolak organisasi yang dapat mengganggu jalannya pembinaan olahraga di Kota Blitar.
Salah satunya adalah kemungkinan munculnya tuntutan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) yang dinilai berpotensi memunculkan dinamika baru di internal organisasi.
Saat ini, pihaknya bersama KONI Jawa Timur masih melakukan koordinasi untuk menentukan mekanisme transisi kepemimpinan sesuai ketentuan organisasi.
Beberapa opsi yang tengah dikaji antara lain penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) maupun penguatan peran pengurus harian dengan tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
“Kami akan melihat dan mendalami AD/ART terlebih dahulu. Yang penting saya sekarang sudah mengundurkan diri,” tegasnya.
Meski terjadi perubahan di pucuk kepemimpinan, roda organisasi dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Wakil Ketua Umum KONI Kota Blitar sekaligus Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, menegaskan bahwa proses transisi akan mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku.
Menurut Elim, selama proses pengunduran diri belum sepenuhnya diselesaikan sesuai aturan, fungsi dan tanggung jawab kepemimpinan tetap harus dijalankan agar tidak mengganggu program pembinaan olahraga.
“Kalau beliau berkenan mengundurkan diri, itu merupakan keputusan pribadi Pak Samanhudi. Namun secara AD/ART, sebelum proses itu selesai, fungsi-fungsi ketua tetap harus berjalan sebagaimana mestinya. Saya selaku wakil siap mewakili dan menjalankan tanggung jawab tersebut,” ujar Elim.
Elim juga mengajak seluruh pengurus dan cabang olahraga untuk mengakhiri berbagai dinamika yang sempat muncul selama proses pemilihan Ketua KONI Kota Blitar.
Menurutnya, kepengurusan periode 2026–2030 telah dibentuk dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kalangan pemerintah, legislatif, hingga insan olahraga.
Ia menegaskan bahwa fokus utama kepengurusan saat ini adalah memperkuat pembinaan atlet mulai dari tahap pembibitan, peningkatan kualitas pelatih, hingga pendampingan atlet berprestasi agar mampu bersaing di tingkat provinsi dan nasional.
“Kami diberikan amanah ini bukan untuk gagah-gagahan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa olahraga Kota Blitar berprestasi mulai dari pembibitan, pembinaan, hingga ke tingkat nasional. Jangan sampai kepentingan atau konflik pribadi mengorbankan para atlet kita,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam pelantikan tersebut, KONI Jawa Timur juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, cabang olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berorientasi prestasi.
Dengan dinamika yang terjadi, KONI Kota Blitar tetap optimistis dapat menjalankan program kerja periode 2026–2030.
Penguatan pembinaan atlet, peningkatan kualitas manajemen cabang olahraga, serta persiapan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat provinsi dan nasional tetap menjadi prioritas utama.
Namun di sisi lain, momentum ini juga menjadi ujian bagi soliditas organisasi dalam menjaga komitmen bersama untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di Kota Blitar. (JK/Red)
Jawa Timur
5 Potret KSOP Kelas IV Kalianget pada Giat Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal

Sumenep— Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget yang dipimpin oleh Azwar Anas, S.H., M.Hum., menunjukkan peran aktif dalam mendukung kegiatan Wet Drill evakuasi medis kru kapal Pan Marine 14 yang mengalami kondisi darurat di wilayah Blok Maleo.
Dalam skenario latihan yang dilaksanakan pada Senin (8/6/2026), kru kapal dilaporkan mengalami cedera tangan (hand injury) dan gangguan kardiovaskular (cardiovascular), sehingga membutuhkan penanganan medis secara cepat dan tepat. Kegiatan tersebut kembali menjadi bagian dari simulasi kesiapsiagaan yang digelar pada, Senin (15/6).
Saat menerima informasi adanya kru kapal yang mengalami kondisi medis darurat, seluruh unsur yang terlibat langsung bergerak sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Simulasi ini menggambarkan pentingnya respons cepat dalam upaya penyelamatan jiwa manusia di laut.
Untuk mempercepat penanganan, kru yang menjadi korban dievakuasi menggunakan jalur laut menuju Pelabuhan Kalianget. Proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi guna memastikan korban dapat segera memperoleh pelayanan medis lanjutan.
Menyikapi proses evakuasi tersebut, KSOP Kalianget mengerahkan Kapal Negara Patroli Kelas IV dan Kapal Negara Patroli Kelas V untuk melakukan pengamanan alur pelayaran yang akan dilalui kapal evakuasi. Langkah ini dilakukan agar perjalanan menuju pelabuhan berlangsung aman, lancar, dan bebas hambatan.
Kegiatan Wet Drill menjadi sarana untuk menguji kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat di laut. Melalui latihan ini, setiap unsur dapat mengoptimalkan komunikasi, memahami peran masing-masing, dan memastikan prosedur berjalan efektif saat menghadapi kondisi nyata.
Partisipasi aktif KSOP Kalianget dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung keselamatan pelayaran dan perlindungan jiwa manusia di laut. Dengan sinergi yang solid antar pemangku kepentingan maritim, proses evakuasi medis dapat dilaksanakan secara efektif, cepat, dan sesuai prosedur.
Kegiatan Wet Drill evakuasi medis ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antarinstansi maritim memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan pelayaran, khususnya pada situasi darurat yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi. (By/Red)
Jawa Timur
Blacklanners U15 PA Siap Berlaga di Youth Development League 2026

Malang— Tim basket muda Pacific Blacklanners U15 PA resmi mengumumkan roster pemain dan jajaran ofisial yang akan berlaga pada ajang Youth Development League (YDL) 2026 KU 15 PA yang akan berlangsung pada 17–20 Juni di SBM Court.
Pengumuman roster tersebut menjadi penanda bahwa seluruh persiapan tim telah memasuki tahap akhir. Setelah menjalani rangkaian latihan dan pembinaan yang intensif, para pemain kini siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan.
Melalui unggahan resminya https://www.instagram.com/p/DZml12igbKI/?igsh=MXEyeHk1OGFobzU1OA, Blacklanners Basketball Academy menegaskan bahwa setiap pemain telah melalui proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh publik.
“Tidak semua langkah terlihat. Namun setiap latihan, setiap usaha, dan setiap proses akan berbicara saat waktunya tiba. Roster telah diumumkan. Jadwal telah dirilis. Sekarang saatnya bertanding,” tulis akun resmi Blacklanners Basketball Academy.
Tim Blacklanners U15 PA diperkuat oleh:
1. Axel
2. Danendra
3. Reyhan
4. Willie
5. Faiq
6. Richie
7. Matthieu
8. Dariodeo
9. Belmiro
10. Amos
11. Atarrahman
12. Arman
Para pemain akan didampingi oleh:
* Head Coach: Alifan
* Assistant Coach: Ruger
* Manager: Abigail
Salah satu pemain Blacklanners U15 PA, Danendra, mengaku antusias menyambut kompetisi tersebut. Menurutnya, seluruh pemain telah bekerja keras selama masa persiapan dan siap memberikan penampilan terbaik untuk tim.
“Kami sudah berlatih dengan serius dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Semua pemain memiliki semangat yang sama untuk memberikan yang terbaik bagi tim. Kami ingin menunjukkan hasil latihan kami di lapangan dan berusaha meraih hasil maksimal di Youth Development League 2026,” ujar Danendra.
Danendra Senin 15/6/2026 juga berharap dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat dapat menjadi tambahan motivasi bagi tim selama menjalani pertandingan.
“Kami mohon doa dan dukungannya. Semoga kami bisa bermain dengan baik, menjaga kekompakan tim, dan membanggakan Blacklanners Basketball Academy,” tambahnya.
Youth Development League menjadi salah satu kompetisi penting dalam pembinaan atlet basket usia muda. Selain mengasah kemampuan teknis dan mental bertanding, ajang ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menambah pengalaman serta mengukur perkembangan hasil latihan yang selama ini dijalani.
Dengan komposisi pemain yang solid serta dukungan tim pelatih dan manajemen, Blacklanners U15 PA optimistis mampu tampil kompetitif dan memberikan prestasi terbaik pada ajang Youth Development League 2026.
“Roster telah diumumkan, persiapan telah dimatangkan, dan kini saatnya Blacklanners U15 PA membuktikan kemampuan mereka di lapangan”, pungkasnya. (By/Red)
Redaksi2 minggu agoKPK Kembangkan Kasus OTT GSW, Dugaan Investasi di Showroom Mobil di Tulungagung
Redaksi2 minggu agoMBG di Kutoanyar Pahit! Anak TK dan SD Tolak Lauk, Pengawasan Program Dipertanyakan
Jawa Timur2 minggu agoKemana Anggaran Program Gizi? Penerima Manfaat SPPG Bendosari 1 Hanya Dapat Dua Buah dan Puding
Redaksi2 minggu agoPrabowo Resmi Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Sinyal Evaluasi yang Sudah Terbaca Sejak Lama
Jakarta2 minggu agoDugaan Korupsi BGN Diusut, Pernyataan Presiden Mahasiswa UGM Mengenai MBG Dinilai Relevan
Nasional4 hari agoKisruh TORA Ngepoh Memanas, Ketua Pokmas Mergo Mulyo Laporkan Dugaan Fitnah ke Polda Jatim
Nasional2 minggu agoMisteri “Hadiah Indah” dalam Surat Sony Sonjaya: Adakah Dinamika yang Belum Terungkap di Tubuh BGN ?
Redaksi2 minggu ago250 Drum Aspal Hibah Pemprov Jatim Menganggur, Kinerja Pemkab Tulungagung Dipertanyakan











