Jawa Timur
Cooling System Wujudkan Pemilu Damai, Kapolres Pasuruan Silaturahmi ke Para Tokoh Ulama

PASURUAN, 90detik.com – Pelaksanaan Pemilu Pilpres 2024 yang tinggal beberapa hari lagi, Polres Pasuruan Polda Jatim tetap selalu konsisten untuk meningkatkan dan memaksimalkan kegiatan keamanan dan Harkamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Pasuruan.
Dari melaksanakan gelar pasukan seluruh anggota Polsek jajaran, pemeriksaan sarana prasarana kendaraan dinas, Patroli berskala besar, dan pengecekan gudang logistik KPU, serta melaksanakan kegiatan Cooling System kunjungan ke beberapa Ulama Kharismatik di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan ini dilakukan oleh Polres Pasuruan Polda Jatim beserta anggota Polsek jajarannya untuk menjaga Harkamtibmas selama tahapan pemilu Pilpres 2024 di wilayah kabupaten Pasuruan.
Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra, S.I.K, M.Si didampingi PJU Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan Cooling System dengan mengunjungi ke beberapa tokoh agama dan ulama kharismatik di wilayah kabupaten Pasuruan.
Tokoh Agama yang pertama kali dikunjungi oleh AKBP Teddy adalah Kyai Haji Nurkholis Mustari ke kediamannya di Kelurahan Kidul Dalem kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.
AKBP Teddy Chandra menyampaikan bahwa kunjungannya bersama anggota ini bertujuan untuk menguatkan hubungan antara Polri dan Ulama khususnya dalam menjaga integritas keamanan dan ketertiban serta mendapatkan dukungan doa dari ulama di wilayah Kabupaten Pasuruan.
“Saya sangat bahagia mendapatkan kunjungan dari Kapolres Pasuruan yang baru ini, semoga antara Ulama dan Umaro’ selalu dekat dan bisa bersinergi dalam mewujudkan Kamtibmas,” ucap Kyai Nurkholis, pada Kamis (8/2).
Selanjutnya Kapolres Pasuruan bersilaturahmi ke kediaman Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, Kyai Haji Nurul Huda di Desa Bajangan Kecamatan Gondang kabupaten Pasuruan.
Dalam Kunjungannya, AKBP Teddy Chandra memohon dukungan dan arahan serta masukan dari Ketua MUI dalam ikut berperan membantu tugas tugas kepolisian khususnya penguatan akhlaq masyarakat di wilayah hukum Polres Pasuruan.
Ketua MUI kabupaten Pasuruan Kyai Haji Nurul Huda menyatakan selalu siap bersinergi membantu tugas tugas Kepolisian di lapangan khususnya melakukan mitigasi black campaign dan ujaran kebencian serta fitnah yang mengarah kepada Paslon melalui kegiatan majelis taklim agar bisa tercipta situasi pemilu 2024 yang damai dan kondusif.
“Saya selaku Ketua MUI kabupaten Pasuruan selalu siap bersinergi membantu tugas tugas Kepolisian di lapangan khususnya melakukan mitigasi black campaign dan ujaran kebencian,”ucap Kyai Nurul Huda.
Berikutnya AKBP Teddy Chandra sambang ke kediaman Ulama Kharismatik Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Bin Husein Assegaf yang juga sebagai pengasuh pondok pesantren Sunniyah Salafiyah Pasuruan di jalan KH. Abdul Hamid, Kelurahan Kebonsari, kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Pada hari itu juga dilanjutkan silaturahmi ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Kyai Haji Akhmad Fuad Nurhasan di Desa Sidogiri, kecamatan Kraton kabupaten Pasuruan.
“Saya ucapkan terima kasih dan bersyukur telah dikunjungi Kapolres Pasuruan yang baru, semoga kunjungan ini menjadikan tali silaturahmi yang kuat antara Ulama dan Umaro, ,” ucap Kyai Haji Akhmad Fuad Nurhasan.
Menurut Kyai Haji Akhmad Fuad Nurhasan, jalinan silaturahmi antara Kepolisian dan ulama untuk mewujudkan ukhuwah Basyariyah dan ukhuwah Wathaniyah sehingga diharapkan bersama Pemilu Pilpres 2024 yang damai dan aman di wilayah kabupaten Pasuruan.
“Kita doakan semoga negara kita menjadi Negara yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur,” ucap Kyai Haji Akhmad Fuad Nurhasan.
Sementara itu Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra mengatakan kunjungan ke beberapa tokoh ulama ini adalah bagian dari upaya mewujudkan hadirnya Polri di tengah Masyarakat.
Ia menyebut kegiatan ini akan konsisten terus dilakukan yang sebagai bagian sinergitas untuk Harkamtibmas.
“Terlebih ini menjelang puncak Pemilu dan saya juga baru bertugas di Polres Pasuruan jadi kunjungan kami juga memohon doa agara kondusifitas di Kabupaten Pasuruan tetap terpelihara,”pungkasnya. (Red)
Jawa Timur
OPD Tak Hadir “Hearing“ MBLB, Ketua Ormas Bidik Jawa Timur: Ini Sengaja Demi Atur Sistem di Belakang Layar

BLITAR – Rencana rapat dengar pendapat (hearing) antara DPRD Kabupaten Blitar dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) berakhir mengecewakan. Seluruh undangan dari OPD Pemkab Blitar tidak hadir. Ketua DPD Ormas Bidik Jawa Timur, Sultan Abimanyu, pun mengutarakan kekesalannya.
“Jangan bilang ini karena kesalahan teknis. Saya yakin, ketidakhadiran ini sengaja dilakukan demi mengatur sistem di belakang layar,” ujar Sultan dengan nada geram di hadapan awak media, pada Rabu (08/04) siang.
Menurutnya, tindakan OPD yang tak mengirim satu pun wakilnya merupakan bentuk pelemahan terhadap DPRD sebagai lembaga legislatif. Padahal undangan hearing ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi.
“Yang mengundang adalah dewan, wakil rakyat. Masa tidak ada satu pun perwakilan OPD? Ini sangat tidak menghormati pengundang dan terkesan menyepelekan,” ujarnya.
Sultan menduga bahwa ketidakhadiran itu bukan tanpa perhitungan. Ia meyakini ada skenario di balik layar untuk mengulur waktu pembahasan Peraturan Bupati (Perbub) No 60 Tahun 2025 tentang pajak MBLB.
“Mereka butuh waktu menata sistem dulu. Tapi rakyat Blitar tidak bisa terus ditunggu. Peraturan ini menyangkut PAD dari tambang, lho,” tegasnya.
Perbub yang ditetapkan pada 13 Mei 2025 itu sangat krusial karena mengatur pajak tambang sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blitar, khususnya untuk aktivitas pertambangan di wilayah setempat. Tanpa hearing yang serius, ia khawatir aturan tersebut tak berjalan optimal.
DPD Ormas Bidik Jatim sebenarnya sudah berjuang lama. Surat permohonan hearing diajukan sejak 19 Januari 2026. Bahkan, Ormas Bidik beberapa kali memonitor langsung ke Kantor DPRD Kabupaten Blitar agar agenda ini segera terealisasi.
Undangan baru turun dan hearing digelar pada Rabu (8/4). Namun, kursi OPD yang disediakan tetap kosong sepanjang acara. Ia juga menambahkan, pimpinan rapat yang dipimpin wakil ketua DPRD M Rifa’i dengan didampingi wakil ketua Komisi 2 Suwito Saren Satoto, bersepakat untuk menunda kegiatan tersebut.
” Untuk saat ini kami bersepakat untuk menunda kegiatan ini, selain itu kami terus mengawal setiap lini pemerintahan. Tujuannya jelas, mendorong kinerja aparat agar lebih responsif terhadap kondisi di lapangan. Bukan malah mangkir dan main di belakang layar,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak OPD Pemkab Blitar belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan kesengajaan tersebut. (JK/Red)
Jawa Timur
Mal Pelayanan Publik Polres Blitar: Urus SKCK, Samsat, hingga Bebas Narkoba dalam Satu Tempat

BLITAR – Warga Blitar kini tak perlu repot bolak-balik ke berbagai meja pelayanan kepolisian.
Polres Blitar resmi menghadirkan Mal Pelayanan Publik di ruang pelayanan Mal Prabu Hayam Wuruk yang menyatukan semua keperluan administrasi dalam satu tempat.
Mulai dari pelayanan identifikasi, pembuatan SKCK, cek bebas narkoba, Samsat, hingga SPKT kini tersedia di lokasi yang sama. Dengan konsep terpadu ini, masyarakat diharapkan bisa mengurus berbagai keperluan lebih cepat dan praktis.
Kapolres Blitar AKBP Rivanda melalui Kabag Ops Kompol Siswanto menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti di sini.
“Polres Blitar terus melakukan perbaikan dan inovasi guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Kehadiran mal pelayanan ini diharapkan tidak hanya mempermudah, tetapi juga memberi rasa nyaman dan efisien bagi masyarakat yang mengurus dokumen kepolisian.
Tak perlu lagi datang pagi-pagi atau antre lama, semua bisa diselesaikan lebih ringkas di satu atap.(Jef/Hms)
Editor: Joko Prasetyo
Jawa Timur
Sungkeman Penuh Haru di SD Islam Al Azhaar Tulungagung, Menanamkan Adab Sejak Dini

Tulungagung — Suasana berbeda tampak di SD Islam Al Azhaar Rejoagung, Tulungagung pada Jumat siang (2/4/2026). Sekolah ini tidak hanya mengajarkan mata pelajaran seperti matematika, IPA, atau bahasa.
Di balai sekolah yang rindang, di bawah naungan pepohonan besar, murid kelas VI diajak mengikuti kegiatan sederhana namun sarat makna, sungkeman kepada orang tua.
Balai sekolah siang itu dipenuhi suasana haru. Sebanyak 107 murid kelas VI berkumpul bersama orang tua mereka dalam rangkaian kegiatan yang diawali dengan sholat hajat. Ibadah tersebut dipimpin oleh Kyai Syaifudin, sebagai bentuk doa bersama menjelang ujian akhir.
Usai sholat hajat dan penyampaian pitutur kesholehan, prosesi sungkeman pun dimulai. Dengan dipandu oleh Kyai Lukman, Pengasuh Pesantren Ribath Al Azhaar Rejoagung Tulungagung, satu per satu siswa maju menghampiri orang tua mereka.
Mereka menunduk, mencium tangan bahkan lutut orang tua, memohon doa restu. Tangis haru pun pecah, tak terbendung baik dari siswa maupun orang tua yang hadir.
Kepala sekolah, Gatot Sutrisno, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter di sekolah tersebut.
“Sungkeman adalah tradisi Jawa. Kami ingin anak-anak belajar berbakti. Anak berbakti itu langka. Maka kami ingin menjadikannya nyata di sekolah ini,” ujarnya dengan suara bergetar.
Hal senada disampaikan Ketua Komite Sekolah, Hj. Su’ud. Ia menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pembentukan akhlak.
“Anak pada akhirnya akan kembali kepada orang tua. Orang tua yang akan memetik hasil pendidikan selama enam tahun ini,” jelasnya.
Sementara itu, KH. Imam Mawardi Ridlwan, Pengasuh Pesantren Al Azhaar, menekankan pentingnya pendidikan akhlak sebagai investasi jangka panjang.
“Mendidik anak itu investasi. Investasi terbaik adalah membangun pondasi akhlakul karimah. Ananda ini generasi yang menyelamatkan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi penegas bahwa pendidikan di SD Islam Al Azhaar tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan adab siswa.
Sungkeman bukan sekadar tradisi, melainkan simbol penghormatan, kerendahan hati, dan bakti kepada orang tua.
Sebanyak 107 siswa kelas VI tahun ajaran 2025/2026 kini telah siap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
Lebih dari sekadar lulusan sekolah dasar, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi sholih yang menjunjung tinggi ilmu dan adab dalam kehidupan. (DON/Red)
Redaksi1 minggu agoSPPG Panen Resto Disorot; Balita Dapat Menu Tak Layak, Aduan Warga Tak Digubris
Redaksi2 minggu agoFredi Moses Ulemlem Ingatkan Potensi “Ganti Kepala” dalam Kasus Korupsi Covid-19 dan Proyek Jalan di Maluku Barat Daya
Redaksi1 minggu agoHeboh !! Jantung Kota Tulungagung Jadi Ajang Mabuk; Kerjaan Satpol PP Apa?
Redaksi2 hari agoHarga Telur Anjlok, Pasar Sepi: Peternak dan Pedagang Tertekan Overproduksi
Redaksi2 minggu agoSurat Miskin Jadi ‘Tiket Emas’: Dugaan Permainan SKTM di RSUD dr. Iskak Lukai Rasa Keadilan
Redaksi3 hari agoHalal Bihalal Memanas: Isu TORA, Somasi Perusahaan, hingga Ancaman Aksi Damai Menguat di Tulungagung
Redaksi6 jam agoHarga Telur Anjlok, Peternak Blitar Tertekan di Tengah Inflasi Jawa Timur yang Naik
Hukum Kriminal1 minggu agoPengeroyokan Pakai Parang dan Tombak di Maluku Tenggara, Mahmud Tamher: Tangkap Pelaku dan Usut Tuntas Hingga Dalang Utama












