Redaksi
Kampanyekan Hidup Sehat, Relawan Pendawa Bakal Gelar Gowes Bareng dan Makan Gratis

TULUNGAGUNG, 90detik.com– Relawan Prabowo-Gibran yang tergabung dalam Pendawa, akan melaksanakan kegiatan “Gowes Bareng Pandawa”. Acara yang digagas oleh para pecinta sepeda ini akan dilaksanakan pada Sabtu 10 Februari 2024, pukul 06.30 Wib bertempat di lapangan, Pasar Sapi, Beji-Tulungagung.
Dalam kegiatan ini, juga akan dibagikan puluhan doorprize, kepada warga sekitar. Serta ngopi bareng kader Gerindra dan sarapan nasi pecel khas Tulungagung.
Dengan slogan ‘Bersepeda Sehat Menuju Indonesia Maju’, para pecinta bersepeda mengajak seluruh masyarakat untuk berolahraga menggunakan sepeda dan mengkampanyekan gerakan hidup sehat.
Salah satu pecinta sepeda, Tamamul mengatakan, bahwa para pecinta sepeda mengajak hidup sehat dengan bersepeda.
“Pola hidup sehat perlu. Salah satunya adalah bersepeda. Ayo yang sudah berusia di atas 17 tahun besuk Sabtu (10/2/2024) bersepeda,” tutur Om Tom, panggilan akrabnya.
Sementara itu, salah satu panitia relawan Doni Saputra menyampaikan, bahwa kegiatan yang dilakukan sejalan dengan visi misi pasangan calon Prabowo-Gibran adalah menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, bersepeda secara rutin juga memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan fisik dan juga mental.
“Bersepeda secara rutin memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan fisik dan juga mental, seperti meningkatkan kekuatan otot dan mengontrol berat badan,” ujarnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dalam acara tersebut, selain ada pembagian door prize, juga ada makan gratis dan kuotanya juga dibatasi. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi di nomor berikut:
1. Doni – 0896 6446 5555
2. H. Imam Wates- 0896 0172 0771
3. Pak Tom – 0821 4301 5590
“Dan yang paling utama, adalah menjalin silaturahmi dan mengkampanyekan hidup sehat dengan berolahraga,”pungkasnya.
(JK/Red)
Redaksi
Wibawa Pemkab Tulungagung Dipertanyakan, Bangunan Disanksi Satpol PP Kembali Berdiri di Lahan LP2B

TULUNGAGUNG — Dugaan kembali berlanjutnya pembangunan bangunan di atas lahan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) di Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.
Ketua PSM Lidra, Menam Maulana, mengecam keras dugaan pembangunan yang kembali berjalan meski sebelumnya telah diberi SP2 dan ditindak oleh Satuan Polisi Pamong Praja.
Menurut Menam, kejadian tersebut menjadi tamparan serius bagi kewibawaan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menegakkan aturan tata ruang dan perlindungan terhadap lahan pertanian berkelanjutan.
“Kalau bangunan yang sebelumnya sudah diberi SP2 dan ditindak saja masih bisa kembali dibangun tanpa rasa takut, lalu di mana wibawa pemerintah daerah? Jangan sampai masyarakat menilai aturan hanya tajam ke rakyat kecil, tetapi melempem di hadapan pengusaha tertentu,” tegasnya.
Dirinya menilai, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait konsistensi penegakan hukum di daerah. Sebab, ketika sebuah pelanggaran yang sudah jelas pernah ditindak masih tetap berjalan seolah tanpa hambatan, maka persoalan itu dinilai bukan lagi sekadar pelanggaran administratif biasa.
“Ini bukan hanya soal bangunan berdiri kembali. Ini soal marwah pemerintah daerah. Kalau pelanggaran yang sudah pernah ditindak saja tetap berjalan, publik tentu bertanya: apakah ada pembiaran, atau pemerintah memang sudah kehilangan keberanian dalam menindak pelanggaran tertentu?” lanjut Menam.
Menurutnya, keberadaan bangunan di atas lahan LP2B merupakan persoalan serius karena menyangkut perlindungan kawasan pertanian yang seharusnya dijaga demi kepentingan masyarakat dan ketahanan pangan jangka panjang.
Menam juga mendesak pemerintah daerah serta aparat terkait agar tidak tutup mata terhadap persoalan tersebut dan segera mengambil langkah tegas tanpa pandang bulu.
“Kalau aturan bisa dilanggar terus-menerus tanpa konsekuensi yang jelas, maka yang hancur bukan hanya lahan pertanian, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah,” pungkasnya. (DON/Red)
Redaksi
Presiden Prabowo Kunjungi Jawa Timur, Resmikan Museum Ibu Marsinah hingga Panen Raya Jagung

Jawa Timur — Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB dalam rangka kunjungan kerja.
Kedatangan Kepala Negara disambut langsung oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, serta Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo kali ini membawa sejumlah agenda strategis yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan nasional.
Dari Lanud Iswahjudi, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Tuban untuk menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan kenegaraan.
Di Kabupaten Nganjuk, Presiden dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi, penguatan nilai perjuangan, sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap aspek sosial kemasyarakatan.
Selain itu, Kepala Negara juga akan meresmikan operasionalisasi 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas diketahui bertolak menuju Jawa Timur dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 06.50 WIB.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Jawa Timur antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. (Is/Red)
Redaksi
Dorong SMK Cetak Generasi Mandiri dan Siap Industri, Gubernur Jatim Resmikan Revitalisasi Sekolah di Tulungagung

TULUNGAGUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sektor pendidikan vokasi melalui revitalisasi sarana sekolah dan pengembangan karakter siswa. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan penebaran benih di lahan praktik SMKN 1 Tulungagung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Kamis (14/5/2026).
Penebaran benih itu menjadi simbol semangat kemandirian, inovasi, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan dunia industri modern. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peresmian revitalisasi fasilitas pendidikan di kawasan Mataraman yang mencakup Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan pola pikir kreatif.
Menurutnya, penguatan pendidikan tidak cukup dilakukan melalui pembangunan infrastruktur semata, melainkan juga melalui pembentukan mentalitas mandiri di kalangan siswa.
“Benih yang kita tanam hari ini adalah simbol harapan dan masa depan. Anak-anak SMK harus menjadi generasi yang siap berinovasi, mampu berproses, dan berani menciptakan peluang,” ujar Khofifah.
Melalui Program SIKAP, Pemprov Jawa Timur juga mendorong siswa SMK lebih memahami pemanfaatan teknologi, potensi sumber daya alam, dan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin mengatakan revitalisasi fasilitas pendidikan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Dirinya menilai sarana pendidikan yang modern akan membantu sekolah menghasilkan lulusan yang lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
“Kita ingin sekolah menjadi tempat lahirnya generasi unggul yang siap menghadapi persaingan global. Pendidikan harus mampu menciptakan lulusan yang dibutuhkan industri sekaligus memiliki jiwa wirausaha,” kata Ahmad Baharudin.
Selain peresmian revitalisasi sekolah, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Langkah itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan merata.
Dengan revitalisasi sarana pendidikan dan penguatan pendidikan vokasi, pemerintah berharap lahir generasi muda Jawa Timur yang inovatif, mandiri, serta mampu menjadi penggerak pembangunan daerah dan nasional. (DON/Red)
Redaksi6 hari agoPenipuan Berkedok Investasi MLM di Hong Kong, Puluhan PMI Terjerat Utang Miliaran Rupiah
Redaksi2 minggu agoSuasana Tegang di Blitar: KPK Datang, HP Peserta Disita, Ada Apa ?
Nasional1 minggu agoPSHT “Kepung” DPRD dan KONI Blitar, Ultimatum Keras Dilayangkan: Massa Ancam Turun 10 Kali Lipat
Jawa Timur4 hari agoUstadz Abdul Adzim Wafat di Usia Muda, Pesantren Zawiyah Dzikir Jama’i Kehilangan Sosok Pengabdi Sunyi
Redaksi7 hari ago560 Hektare Terlantar, Pokmas Tani Mandiri Desak Negara Cabut HGU Eks PT Indoco
Nasional1 minggu agoNegara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Redaksi6 hari agoSoekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Redaksi2 minggu agoKPK Masuk Blitar, Sistem Pengadaan dan Hibah Jadi Sorotan Utama











