Redaksi
Meningkatkan Kualitas Guru, LPI Al Haromain Surabaya Menghadirkan Praktisi Pendidikan

SURABAYA, 90detik.com- Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Haromain Surabaya tengah giat meningkatkan kualitas guru dengan menghadirkan praktisi pendidikan terkemuka, KH. Imam Mawardi Ridlwan.
Direktur LPI Al Haromain Surabaya, Muji Sampuno, menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam proses pembelajaran dan pengabdian di sekolah.
Setiap kegiatan di lingkungan sekolah melibatkan peran sentral dari guru-guru tersebut.
Pembinaan bagi para guru dilakukan pada Senin (9/7) di ruang pertemuan SD Al Ghilmani Ketintang Barat Surabaya.
“Kegiatan pembinaan ini merupakan upaya awal dalam tahun ajaran 2024/2025 untuk memastikan bahwa guru-guru Al Haromain Surabaya memiliki kualitas dan profesionalisme yang optimal. Kami berharap agar para guru Al Haromain dapat mendedikasikan diri dengan tulus, ikhlas, kompak, dan disiplin,” ungkap Muji Sampuno.
Menyusul itu, KH. Imam sebagai narasumber, mengawali sesi pembinaan dengan meminta para guru untuk menuliskan kembali hal-hal berikut:
1. Makna dari logo LPI Al Haromain Surabaya
2. Visi & Misi dari:
a. Yayasan Persyadha
b. LPI Al Haromain Surabaya, dan
c. Jenjang pendidikan yang ditawarkan
3. Saran untuk meningkatkan sistem kepegawaian di LPI Al Haromain Surabaya
4. Harapan terhadap karakter output siswa dari LPI Al Haromain Surabaya
KH. Imam kemudian membahas bagaimana para guru dapat mengembangkan diri mereka sendiri agar dapat efektif, efisien, dan profesional dalam melaksanakan tugas pembelajaran di kelas.
Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan oleh guru Al Haromain Surabaya adalah mengenali potensi diri sendiri, potensi murid, serta orang tua murid.
Selanjutnya, seorang guru Al Haromain Surabaya diharapkan untuk aktif dalam mengikuti kegiatan pembinaan, pelatihan, dan kerjasama dalam struktur organisasi sekolah.
Para guru diajak untuk merancang sekolah yang memiliki standar kualitas dan profesionalisme yang tinggi.
Mereka juga diajak untuk berbagi pengetahuan dalam mengembangkan kepemimpinan guru yang profesional di Al Haromain Surabaya.
Narasumber juga melibatkan para guru dalam berdiskusi mengenai tujuh tugas utama seorang guru.
Kegiatan pembinaan berlangsung interaktif selama tiga jam tiga puluh menit agar memberikan manfaat yang optimal bagi para guru yang terlibat. (Red)
Redaksi
El Niño Menguat, Bayu Sasongko: Risiko Pertanian Tak Bisa Lagi Dilihat Sebatas Cuaca

Jakarta — Fenomena El Niño yang kini berada pada intensitas sangat kuat perlu diantisipasi bukan hanya sebagai persoalan cuaca, tetapi juga sebagai risiko terhadap produksi pertanian, ketahanan pangan, kegiatan usaha, dan kepatuhan regulasi.
Regulatory Specialist – Agriculture AHKP Law Firm, Bayu Sasongko, mengatakan perubahan pola hujan dan kekeringan dapat berdampak pada ketersediaan air, musim tanam, produktivitas pertanian, peternakan, hingga rantai pasok pangan.
“El Niño jangan hanya dilihat sebagai persoalan cuaca. Bagi sektor pertanian, perubahan iklim dapat berkembang menjadi risiko produksi, risiko usaha, bahkan risiko regulasi apabila tidak diantisipasi sejak awal,” ujar Bayu.(28/8)
Menurut dia, informasi iklim harus diterjemahkan menjadi langkah konkret. Pemerintah dan pelaku usaha perlu melakukan pemetaan risiko, mengevaluasi kebutuhan air, perizinan, kewajiban lingkungan, standar teknis, serta kepatuhan terhadap ketentuan sektoral.
“Early warning harus diterjemahkan menjadi early action. Kalau risiko sudah dapat diprediksi, mitigasinya juga harus disiapkan lebih awal,” katanya.
Bayu menilai pendekatan tersebut penting karena gangguan pertanian dapat berkembang menjadi persoalan ekonomi dan ketahanan pangan. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, gangguan produksi di satu wilayah berpotensi memengaruhi distribusi, harga, dan pasokan di wilayah lain.
Dalam perspektif budaya geopolitik Nusantara, menurut Bayu, pangan tidak dapat dipisahkan dari tanah, air, masyarakat, dan ruang hidup.
“Tanah, air, pangan, masyarakat, dan wilayah tidak berdiri sendiri. Ketika salah satu terganggu, keseimbangan keseluruhan ikut terdampak. Karena itu, ketahanan pangan juga merupakan bagian dari ketahanan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku usaha pertanian perlu membangun regulatory monitoring agar perubahan kebijakan, perizinan, dan ketentuan sektoral dapat diantisipasi sebelum mengganggu kegiatan usaha.
“Jangan menunggu krisis baru bergerak. Regulasi, perizinan, compliance, dan strategi pertanian harus dipersiapkan sejak risiko mulai terbaca,” kata Bayu. (By/Red)
Redaksi
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Kunjungi MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Apresiasi Inovasi dan Budaya Literasi

TUBAN — Semangat membangun generasi masa depan yang berilmu sekaligus berkarakter terus digaungkan MA Sains Bina Insan Kamil Tuban. Semangat tersebut mendapat perhatian langsung dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., ke madrasah tersebut, Jumat (28/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi MA Sains Bina Insan Kamil Tuban untuk menunjukkan berbagai perkembangan, keunggulan, serta program inovatif yang telah dikembangkan. Kehadiran pejabat Kementerian Agama itu juga menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap madrasah yang terus berbenah dan berinovasi dalam mencetak generasi unggul.
Kedatangan Prof. Arskal disambut hangat jajaran pengurus Yayasan Bina Insan Kamil (Yabika) Tuban, di antaranya Endang Sulastri, S.Sos., Drs. Erkhamni, dan A. Muzakky Budiono. Penyambutan juga diikuti Kepala Madrasah, para asatidz, serta para santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban.
Ketua I Yayasan Bina Insan Kamil Tuban, Drs. Erkhamni, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI menjadi suntikan motivasi bagi seluruh keluarga besar madrasah.
“Kami sangat bersyukur atas kunjungan ini. Semoga kehadiran Bapak Sekretaris menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus menjadi lebih baik, terus berjuang, dan terus memberi yang terbaik bagi putra-putri bangsa di tanah ini,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, MA Sains Bina Insan Kamil Tuban memperkenalkan wajah pendidikan yang tengah dibangun, yakni madrasah yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, inovasi, budaya sains, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Prof. Arskal menyampaikan bahwa dirinya telah mempelajari sejumlah keunggulan yang dimiliki MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, termasuk berbagai program inovatif yang dikembangkan madrasah, khususnya dalam bidang literasi.
“Saya telah mengkaji keunggulan MA Sains Bina Insan Kamil Tuban dan program-program inovatif, khususnya di bidang literasi,” ungkap Prof. Arskal.
Pernyataan tersebut menjadi apresiasi tersendiri bagi keluarga besar MA Sains Bina Insan Kamil Tuban. Pasalnya, budaya literasi selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan pendidikan di madrasah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Teguh Pambudi Agung, M.Pd., memaparkan berbagai kegiatan, program, serta capaian yang telah diraih madrasah. Dalam agenda tersebut juga dilakukan penyerahan buku-buku karya para asatidz dan santri kepada Prof. Arskal.
Penyerahan karya tersebut menjadi simbol berkembangnya budaya literasi di lingkungan madrasah. Guru dan santri tidak hanya ditempatkan sebagai pembelajar, tetapi juga didorong untuk menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka mengenai perkembangan pendidikan madrasah. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka. Berbagai hal terkait pengembangan pendidikan Islam, inovasi pembelajaran, serta upaya meningkatkan kualitas lulusan madrasah menjadi bagian dari pembahasan.
Pengarahan dan pembinaan yang disampaikan Prof. Arskal menjadi motivasi bagi kepala madrasah, para asatidz, dan seluruh warga MA Sains Bina Insan Kamil Tuban untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat langkah MA Sains Bina Insan Kamil Tuban dalam mengembangkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, karakter, kreativitas, inovasi, sains, dan literasi.
Bagi keluarga besar MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran pejabat Kementerian Agama diharapkan semakin meneguhkan komitmen madrasah untuk terus berkarya, berinovasi, dan melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan semangat tersebut, MA Sains Bina Insan Kamil Tuban bertekad terus melangkah dan menjadikan madrasah sebagai rumah ilmu, ruang berkarya, sekaligus tempat tumbuhnya generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan peradaban. (DON/Red)
Redaksi
Deadline 15 Desember: RUU Perampasan Aset Tak Disahkan, Pimpinan DPR Siap Mundur

Jakarta — DPR RI akhirnya memasang tenggat tegas untuk menuntaskan RUU Perampasan Aset. Pimpinan DPR menyatakan aturan yang dinilai penting dalam pemberantasan korupsi itu ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026.
Komitmen tersebut mencuat setelah pimpinan DPR menerima audiensi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8).
Tiga pimpinan DPR yang hadir dalam audiensi tersebut yakni Sufmi Dasco Ahmad, Cucu Ahmad Syamsurizal, dan Saan Mustopa.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan tenggat pengesahan telah disampaikan dan mendapat persetujuan dalam rapat paripurna.
“Paripurna tadi sudah menyampaikan, menyepakati dan disetujui bahwa tenggat waktu paling lambat untuk penandatanganan UU Perampasan Aset itu akan diketok di Paripurna pada tanggal 15 Desember 2026,” ujar Dasco.
Namun, pernyataan tersebut tidak berhenti sebagai komitmen politik. Ketiga pimpinan DPR yang hadir juga menandatangani surat pernyataan kesanggupan mundur apabila target pengesahan RUU Perampasan Aset tidak terpenuhi.
Pernyataan itu bahkan mencakup kesediaan untuk meninggalkan kursi sebagai anggota DPR, bukan sekadar mundur dari jabatan pimpinan.
Surat pernyataan tersebut ditandatangani Dasco, Cucu Ahmad Syamsurizal, dan Saan Mustopa bersama Koordinator AMPB Supriyoni alias Botok Pati.
Supriyoni menyambut hasil audiensi tersebut sebagai komitmen yang harus dibuktikan dengan tindakan.
“Alhamdulillah, hasil dari audiensi dengan pimpinan DPR RI sudah di pimpinan DPR RI menyatakan RUU Perampasan Aset Koruptor disahkan maksimal 15 Desember,” terang Supriyoni.
Pihaknya menegaskan, apabila hingga 15 Desember 2026 RUU tersebut belum disahkan, pimpinan DPR yang telah menandatangani pernyataan disebut siap mengundurkan diri dari jabatan pimpinan maupun sebagai anggota DPR.
“Kalau sampai 15 Desember 2026 tidak disahkan, pimpinan DPR beserta jajaran siap mengundurkan diri dari pimpinan ataupun anggota DPR,” tegasnya.
Kini, bola berada di tangan DPR. Tenggat 15 Desember 2026 akan menjadi momentum untuk membuktikan apakah komitmen tersebut benar-benar berujung pada pengesahan RUU Perampasan Aset.
Jika target tercapai, DPR dapat menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat instrumen pemberantasan korupsi. Namun jika tenggat terlewati, publik akan menagih konsekuensi dari surat pernyataan yang telah ditandatangani.
Janji sudah diteken. Tenggat sudah ditetapkan. Kini publik menunggu: RUU disahkan atau kursi DPR yang ditinggalkan ? (DON/Red)
Redaksi3 minggu agoSekda Definitif Dilantik, Pengamat Sindir Pemkab Tulungagung: “Seperti Komedi Putar, Muter-Muter”
Redaksi6 hari agoKetika Perayaan Desa Berhadapan dengan Hak atas Akses Darurat
Nasional2 minggu agoPlt Bupati Tulungagung Turba ke Kalitengah, Warga Sampaikan Persoalan Tanah, Air Bersih hingga Kebun Plasma
Redaksi3 hari agoDeadline 15 Desember: RUU Perampasan Aset Tak Disahkan, Pimpinan DPR Siap Mundur
Hukum Kriminal2 minggu agoTransaksi Capai Rp.71 Miliar, Polda Jatim Bongkar Arisan Online Fiktif
Papua3 minggu agoTokoh Muda Marhaenis Nusantara Papua Tengah Abiut Aris: Pemerintah Harus Beri Penjelasan soal Dana Desa
TNI & Polri2 minggu agoPolres Blitar Kota Bagikan Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Nasionalisme Jelang HUT ke-81 RI
Nasional3 minggu agoHaul Mbah Umar bin Joyokarto ke-31 di Kedungsoko, Perkuat Tradisi Keagamaan dan Persaudaraan













