Jawa Timur
Menunggu Waktu, Pilih Paslon dan Wakil Rakyat Sesuai Hati Nurani

TULUNGAGUNG, 90detik.com– Ada tiga pasangan calon (Paslon) capres-cawapres yang bertanding dalam Pilpres 2024. Momentum bagi yang terpilih akan memimpin Indonesia. Dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Indonesia, membangun jembatan menuju ‘Indonesia Emas’.
Dalam kesempatan khusus, Sekretaris IPHI Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan menyatakan, semua paslon adalah anak bangsa yang terbaik. Untuk itu, semua rakyat Indonesia harus menggunakan hak pilihnya.
“Kurang dari dua pekan pelaksanaan pesta demokrasi dilaksanakan. Golput bukan pilihan terbaik maka datanglah ke TPS, dan pilihlah paslon terbaik. Karena semua paslon merupakan anak bangsa yang terpilih untuk dipilih,” ujar KH Imam Mawardi Ridlwan, pada media 90detik.com untuk berwawancara mengenai pandangannya, pada Kamis (01/02/2024).
Abah Imam panggilan akrab Sekretaris IPHI Jatim ini, juga jelaskan, para pasangan calon pemimpin bangsa nantinya akan mengabdi dengan penuh tanggungjawab.
Setelah menyelesaikan semua persyaratan yang ada di perundangan-undangan, untuk itu, Abah Imam menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berprasangka baik.
“Dari sinilah sebaiknya tidak perlu nyinyir pada salah satu paslon capres-cawapres. Kita kembangkan berprasangka baik sesama anak bangsa,” imbuh Abah Imam yang juga sebagai Ketua LPI Al Azhaar Tulungagung ini
Dalam dunia modern saat ini, perkembangan medsos pada puncaknya. Seorang yang selalu berprilaku negatif akan menggali kuburannya sendiri. Dan rekam jejak digital negatif akan merugikan.
“Dalam alam demokrasi kurang baik jika ada yang mengklaim pilihan paslonnya adalah paslon paling hebat, paling Pancasilais atau paling agamis, namun semua itu, tergantung dari hati nurani rakyat Indonesia yang menentukan pilihan,” ucapnya.
Para paslon capres-cawapres telah melalui prosedural dan seleksi yang rumit dan dinyatakan lulus, maka pilih dari tiga pilihan tanpa perlu saling menjatuhkan.
Para paslon capres-cawapres 2024 telah lolos dari berbagai isu politik yang saling menjatuhkan. Semisal terdapat paslon terkena isu korupsi ‘food estate’, KTP, Formula E dan lainnya.
“Semuanya telah selesai dan tiga belas hari lagi kita harus memilihnya, semua pihak wajib dukung sistem demokrasi Pancasila ini,” tegasnya.
Selanjutnya rakyat menjadi pemilik negeri akan mengawasi paslon terpilih saat berkuasa. Seluruh rakyat menjaga dan mengawasi dan yang terpilih wajib berkomitmen dengan visi, misi, program dan janji-janjinya.
Presiden dan wakilnya untuk memenuhi visi, misi, program dan janjinya di negeri demokrasi ini harus mengikuti berbagai prosedur. Dalam Pilpres nanti juga ada Pileg untuk memilih para calon wakil rakyat yang akan duduk di pusat dan daerah.
“Dan kekuasaan yang sesungguhnya dan sepenuhnya ada di tangan DPR, dan pimpinan parpol, bukan lagi ada di rakyat. Sistem kita saat ini berpusat pada kekuasan parpol,” ungkapnya.
Maka presiden dan wakilnya untuk memenuhi janji wajib mendapatkan persetujuan DPR.
“Namun amat disayangkan para anggota DPR ternyata mandul, mereka tidak bisa membuat kebijakan sendiri. Mereka bergantung kebijaksanaan parpol,” tutup Abah Imam. (JK/Red)
Jawa Timur
Raih 22 Suara, Samanhudi Anwar Pimpin KONI Kota Blitar

BLITAR – Samanhudi Anwar resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026-2030. Pemilihan berlangsung di Balai Kota Kusumo Wicitro, Kota Blitar, pada Selasa (19/5).
Dalam pemilihan yang diikuti 37 cabor satu cabor, Perbakin, dinyatakan non-aktif atau SK mati, Samanhudi meraih 22 suara, unggul atas pesaingnya Toni Andreas yang memperoleh 15 suara. Dengan mekanisme satu cabang olahraga (cabor) satu suara.

Samanhudi Anwar, saat menyampaikan keterangan pers, usai acara pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar, (dok/JK).
Usai kegiatan, Samanhudi menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media. Ia menegaskan kemenangannya merupakan cerminan aspirasi kolektif.
“Betul-betul masih kuat. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” ujarnya.
Meski menang, Samanhudi menyatakan kesiapannya untuk menjalani proses selanjutnya dengan penuh tanggung jawab. Ia sempat menyebut wacana pengunduran diri dari posisi sebelumnya, namun menyerahkan detail teknis kepada ketua harian terpilih, nantinya.
“Saya tahu diri dan saya sadar diri. Saya pelaku, pegiat olahraga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi tiga pilar dalam pembinaan olahraga, pelaku (pegiat olahraga, red), legislatif, dan pemerintah.
“Tiga ini harus sinkron. Jangan mengancam. Pemerintah cuma melihat, membina, memberi dana, selesai,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan media dan pemanfaatan teknologi informasi (IT).
“Dunia ini ada tiga, dunia nyata, gaib, dan IT. Saya harus kerja sama dengan semua,” ujar Samanhudi menambahkan.
Menghadapi persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027, Samanhudi optimistis dengan potensi besar yang dimiliki.
“Potensi kita sangat besar menghadapi Porprov 2027. Nanti saya beri masukan,” pungkasnya.
Pemilihan berlangsung demokratis dengan total 37 cabor memberikan hak suaranya, menandai babak baru kepengurusan KONI Kota Blitar di bawah kepemimpinan M. Samanhudi Anwar.(JK/Red)
Editor: Joko Prasetyo
Jawa Timur
Warga Mencari Ikan di Sungai Brantas Saat Flushing, Seorang Hilang dan Dua Selamat

BLITAR – Sebuah peristiwa hanyut terjadi di aliran Sungai Brantas, Kabupaten Blitar, pada Senin (18/5). Seorang warga bernama Isnaini (Dawuhan, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben) dikabarkan hilang terbawa arus saat sedang mengambil ikan imbas kegiatan flushing dari PLTA Jegu Wlingi Raya. Dua warga lainnya, Badi’ dan Yasmani, berhasil selamat.
Flushing atau pladu bendungan adalah proses pembilasan waduk untuk mengeruk dan mengalirkan endapan lumpur (sedimen) agar kapasitas tampungan air kembali maksimal dan operasional PLTA tetap terjaga
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi melalui laporan resmi menyebutkan, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu PLTA Jegu Wlingi Raya tengah melakukan flushing, sehingga banyak ikan yang terdampar di sepanjang aliran sungai.
Warga pun berbondong-bondong turun ke sungai untuk mengambil ikan.
Saat asyik mencari ikan, Isnaini dilaporkan terseret arus Sungai Brantas. Informasi ini disampaikan oleh Ali Purwanto, adik ipar korban. Hingga laporan terakhir diterima, Isnaini masih dalam proses pencarian.
“Sementara itu satu orang lainnya bernama Badi’ berhasil menyelamatkan diri. Yang bersangkutan kini dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Wahyudi dalam laporan tertulisnya.
Di lokasi yang berbeda, tepatnya di Kedung Ketek Jegu, seorang warga bernama Yasmani juga sempat hanyut karena kelelahan saat berada di sungai. Namun Yasmani berhasil diselamatkan oleh warga sekitar dan selanjutnya diantar pulang oleh perangkat desa setempat.
Upaya Tim SAR
Tim BPBD Kabupaten Blitar langsung melakukan assessment di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, PMI, ORARI, RAPI, serta perangkat desa setempat. Tim juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan.
Kondisi cuaca saat laporan dikirim terpantau cerah, yang sedikit memudahkan proses pencarian korban Isnaini.
Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mendekati aliran sungai saat PLTA melakukan pembuangan air, karena arus dapat berubah deras tanpa peringatan.(JK/Red)
Jawa Timur
Presiden Prabowo: Tidak Ada Negara Kuat Tanpa Pangan yang Aman dan Berkesinambungan

Tuban— Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keamanan dan keberlangsungan sebuah negara. Dalam sambutannya di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, Presiden menyebut bahwa tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman, lancar, dan berkesinambungan.
“Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” ujar Presiden.
Oleh karenanya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja menjaga sektor pangan nasional. Dari kedekatan emosional yang terbentuk saat bergabung dalam organisasi tani, Kepala Negara memahami langsung peran strategis petani dalam kehidupan bangsa.
“Jadi itulah sejarah, bagaimana saya makin sadar waktu itu pentingnya para petani, para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut membagikan pengalamannya semasa menjadi komandan pasukan tempur. Dari pengalaman tersebut, Presiden menilai pangan bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut pertahanan negara.
“Kalau ada beras kita hitung, berasnya kuat untuk berapa hari. Kalau berasnya untuk 5 hari, ya 5 hari kita operasi. Kalau berasnya 14 hari, 14 hari kita operasi. Bayangkan, saudara-saudara, kalau nggak ada beras. Kalau nggak ada beras, tentara itu juga susah dia beroperasi,” ucap Presiden.
Presiden juga mengenang bagaimana para petani di desa-desa menjadi penopang perjuangan bangsa pada masa perang kemerdekaan. Menurut Presiden, dukungan masyarakat melalui bahan makanan sederhana menjadi kekuatan utama bagi tentara dan aparat negara saat itu.
“Kalau saya latihan di kampung-kampung, rakyat desa, rakyat kampung keluar. Memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Walaupun mereka hidupnya sangat susah. Mereka punya pisang, pisang dikasih. Mereka punya ubi, ubi dikasih. Mereka punya tiwul, tiwul dikasih,” kenang Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keberhasilan swasembada dan ketahanan pangan nasional tidak dapat dicapai tanpa adanya sinergi seluruh elemen bangsa. Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung penguatan pada sektor pangan.
“Setiap mereka yang ingin untuk melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus, harus, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan ini. Saya terima kasih tim pertanian, tim pangan saya sangat baik, sangat kuat,” kata Presiden. (DON/Red)
Redaksi1 minggu agoPenipuan Berkedok Investasi MLM di Hong Kong, Puluhan PMI Terjerat Utang Miliaran Rupiah
Redaksi2 minggu agoSuasana Tegang di Blitar: KPK Datang, HP Peserta Disita, Ada Apa ?
Nasional2 minggu agoPSHT “Kepung” DPRD dan KONI Blitar, Ultimatum Keras Dilayangkan: Massa Ancam Turun 10 Kali Lipat
Jawa Timur1 minggu agoUstadz Abdul Adzim Wafat di Usia Muda, Pesantren Zawiyah Dzikir Jama’i Kehilangan Sosok Pengabdi Sunyi
Redaksi1 minggu ago560 Hektare Terlantar, Pokmas Tani Mandiri Desak Negara Cabut HGU Eks PT Indoco
Nasional2 minggu agoNegara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Redaksi1 minggu agoSoekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Redaksi2 minggu agoKPK Masuk Blitar, Sistem Pengadaan dan Hibah Jadi Sorotan Utama











