Connect with us

Jawa Timur

Mengenang Sosok Gus Andi Yang Ikhlas dan Dermawan

Published

on

TULUNGAGUNG, 90detik.com- Sosok Gus Andi yang ramah dan suka bercanda, serta dermawan telah dipanggil oleh yang Maha Kuasa. Beliau wafat pada hari Senin (29/04) dinihari.

Dalam suasana duka, para putra Gus Andi menyampaikan pesan permohonan maaf serta segala khilaf ayahnya dan sekaligus mohon do’a.
Jika ada tanggungan Gus Andi kepada siapa saja, dapat langsung berhubungan dengan para putranya.

Gus Andi yang mempunyai nama lengkap Ekandri Prasetya. Meskipun kondisi dirinya ada keterbatasan fisik.
Beliau setiap hari menolong orang yang sedang sakit.

Hal ini, disampaikan pengasuh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung, bahwa Gus Andi semasa hidup selalu meringankan beban orang lain semampu dan sebisanya.

“Semasa itu pada tahun tahun ajaran 2001/2002 saat saya mengemban amanah PG, TK dan SD Rahmat Kediri menyaksikan ada salah satu wali murid TK yang mengantar putranya dengan langganan becak. Wali murid tersebut (mohon maaf ada keterbatasan penglihatan). Saat mengantar selalu saya sapa dan ajak ngobrol jika jadwal saya di Kediri. Ternyata jarak Sekolah Rahmat dengan tempat tinggalnya sekitar 3 atau 4 km. Ketika saya bertanya kesibukan keseharian apa? Beliau menjawab sebagai tukang pijat,” ujar KH Imam Mawardi Ridlwan yang akrab disapa Abah Imam ini, pada Senin (29/04).

Abah Imam menceritakan, dirinya tertarik dengan sosok wali murid yang satu ini. Ia harus segera “home visit” ke beliau.

”Karena memang di sekolah yang saya bina ada program “home visit”. Tujuannya untuk memahami keadaan murid dan wali murid,” tutur Abah Imam

Abah Imam melanjutkan, perjumpaannya dengan Gus Andi dirumahnya sangat memberi arti kehidupan. Beliau masih kontrak rumah tetapi berani memilihkan sekolah mahal untuk putranya.

Semua putranya disekolahkan di Sekolah Rahmat Kediri. Setelah lulus, putra pertama melanjutkan di Pesantren Gontor. Sedangkan putra kedua dipondokkan di pesantren cabang Nurul Haromain yang ada di Pujon Kidul Pujon Malang. Kemudian dipindah ke Pesantren Al Azhaar Tulungagung.

”Gus Andi sangat mengutamakan pendidikan putranya, mengusahakan pendidikan terbaik untuk putranya. Beliau adalah figur yang menolong orang sakit tanpa meminta bayaran.
Jika ada yang memberi dana hanya seikhlasnya. Kadang ada yang memberi sepuluh ribu atau dua puluh ribu, seikhlasnya saja,” ungkap Abah Imam.

Bahkan, masih Abah Imam mengatakan jika ada orang yang sakit dan tidak bisa ke rumah beliau maka beliau yang datang ke rumah yang sakit. Itupun tidak pernah minta ongkos biaya.

”Jika diberi diterima seikhlasnya. Tidak pernah mengeluh berapapun orang yang didatangi beri ongkos bensin mobil,” tutur Abah Imam.

Ada yang sangat berkesan, menurut Abah Imam, bahwa almarhum Gus Andi sangat dermawan. Jika ada dana untuk kemaslahatan kaum muslimin. Pada tahun 2003, Abah Imam mampir ke kediaman almarhum.

”Saat itu beliau akan membelikan komputer untuk MI yang belum punya komputer. Waktu itu beliau sanggup untuk tujuh MI. Dana diserahkan ke saya untuk membantu membelanjakan dan menyerahkan ke MI yang butuh,” imbuhnya.

”Saat tahun 2005 almarhum menyampaikan sudah beli pohon nangka di desa-desa. Jika ada masjid mau pintu pohon nangka maka akan dibuatkan. Demikian di tahun-tahun berikutnya selalu menyampaikan ke saya untuk membantu masjid, dan MI,” kisah Abah Imam.

Abah Imam juga menceritakan saat tahun 2003, dirinya membawa Pak Joko pimpinan redaksi Koran Memorandum, yang juga sudah almarhum. Untuk mewawancarai almarhum Gus Andi agar ditulis keahliannya. Namun almarhum menolaknya.

”Saat itu almarhum berkata, Ustadz Imam, saya tidak mau ada yang nulis atau memuat di koran atau media terkait keahlian saya. Biarkan saya menolong orang susah tanpa publikasi. Jangan ada orang datang ke sini karena promosi koran,” ujarnya.

Menutup wawancara Abah Imam, juga turut mendoakan
semoga Allah Ta’ala menerima semua amal ibadah (alm) Ekandri Prasetya.

”Semoga Allah Ta’ala memberi pengampunan khilaf almarhum. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan melanjutkan perjuangannya,” pungkasnya. (Red/JK)

Editor: JK

Jawa Timur

Jalin Sinergi Polres Blitar Kota dan Media Perkuat Kemitraan Lewat Piramida

Published

on

BLITAR – Dalam suasana santai penuh keakraban, Polres Blitar Kota mengajak rekan-rekan media duduk bersama dan berbincang. Dalam Acara bertajuk “Ngopi Bersama Media“ (Piramida) yang dilaksanakan pada Rabu (21/1) malam di Gedung Patriatama.

Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi langkah strategis mempererat kemitraan dan komunikasi antara penegak hukum dan insan pers.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Polres Blitar Kota serta puluhan awak media dari berbagai platform, mulai dari media cetak, online, radio, hingga televisi. Suasana cair dan hangat menjadi latar belakang diskusi terbuka tentang berbagai hal.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., saat menyampaikan sambutan acara Piramida.(dok/istimewa)

Dalam sambutannya, Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa media adalah mitra yang sangat penting bagi Polri.

“Media adalah mitra strategis kepolisian. Tanpa peran media, berbagai upaya dan program kepolisian tidak akan tersampaikan secara luas kepada masyarakat dan dampaknya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Kalfaris berharap, hubungan yang humanis dan tanpa jarak bisa terus dibangun. Ia ingin kehadiran polisi di tengah masyarakat, bahkan saat tidak berseragam, tidak lagi menimbulkan rasa sungkan.

“Kami berharap kehadiran Polri dapat dirasakan oleh masyarakat secara humanis,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya peran media dalam menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengajak insan pers untuk bersama-sama menyajikan pemberitaan yang positif, objektif, berimbang, dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan Piramida Ngopi Bersama Media ini, kami berharap terjalin komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif,” harapnya

Ia menambahkan, informasi yang didasarkan pada fakta dan dapat dipertanggungjawabkan akan mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

“Jika kita semua menyampaikan informasi yang benar dan objektif, masyarakat dapat menerima berita tersebut dengan baik,“ pungkasnya.

Di akhir acara, Kapolres menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dan berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut. Serta sinergi yang semakin solid untuk kemaslahatan masyarakat Blitar Kota.

“Harapan kami, Piramida ini menjadi ruang komunikasi yang berkelanjutan, sehingga informasi yang sampai ke masyarakat akurat, edukatif, dan pada akhirnya kita semua bisa bersinergi menjaga Blitar Kota yang aman dan nyaman,” tutupnya. (JK)

Continue Reading

Jawa Timur

1.258 Pil Double L dan 13,3 Gram Sabu Digulung Polres Blitar Kota, 5 Orang Diciduk

Published

on

BLITAR – Satuan Narkoba Polres Blitar Kota berhasil menggulung jaringan peredaran pil ekstasi jenis Double L dan sabu-sabu dalam serangkaian operasi pengembangan.

Tidak kurang dari 1.258 butir pil dan 13,3 gram sabu diamankan dari lima tersangka yang ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di Blitar Raya hingga Tulungagung.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, dalam rilisnya, menyebut operasi ini merupakan respons atas keluhan masyarakat mengenai maraknya peredaran pil Double L di wilayah hukumnya. Operasi dimulai pada Jumat (2/1) siang dengan penggerebekan di rumah seorang tersangka bernama Takul (25) di Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

“Dari pengembangan penangkapan Takul, kami berhasil mengungkap rantai peredaran dan menangkap empat tersangka lainnya dalam beberapa hari berikutnya,” jelas Kapolres pada konferensi pers di Mapolres Blitar Kota, pada Rabu (21/01).

Runtut Penangkapan dan Barang Bukti

Penangkapan berawal dari Takul yang diamankan bersama 497 butir pil Double L dan sejumlah alat bungkus di rumahnya. Dari keterangan Takul, polisi menyusul dan menangkap Sandek(23), seorang karyawan pengrajin kendang, di gudang kerajinan di Kelurahan Tanggung, Kota Blitar. Dari Sandek diamankan 98 butir pil.

Pengembangan lain mengarah ke DDL alias Nonok (30) yang ditangkap di depan Indomaret Desa Loderesan, Tulungagung.

Dari NONOK, polisi menyita 13,3 gram sabu-sabu yang dibungkus rapi dalam lipatan isolasi berwarna, sebuah timbangan digital, dan alat hisap. Nonok juga diamankan bersama motor Honda Vario.

“Untuk sabu, tersangka Nonok ini dijerat dengan pasal yang lebih berat karena memiliki dan menguasai narkotika Golongan I di atas 5 gram,” tambahnya.

Selanjutnya, berdasarkan informasi masyarakat, polisi kembali bergerak di Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Pada Rabu (14/1/2026), petugas menggrebek rumah NK alias KUCING (40), seorang petani, di Dusun Wonorejo. Dari Kucing diamankan 606 butir pil Double L.

Dari Kucing, polisi kemudian mengembangkan dan menangkap tersangka kelima, S alias Kaselan (42), di pinggir jalan dusun yang sama. Dari Kaselan diamankan 63 butir pil dan sebuah motor Suzuki Satria.

Seluruh tersangka kini ditahan di Polres Blitar Kota untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka menghadapi ancaman hukuman yang berat.

Untuk peredaran pil Double L yang dikategorikan sebagai obat keras ilegal, tersangka diancam pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Sementara untuk tersangka Nonok yang terbukti menyimpan sabu, jeratan hukumnya lebih berat, dengan ancaman hukuman penjara 5 hingga 15 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait narkoba. Operasi seperti ini akan terus kita intensifkan untuk menciptakan wilayah Blitar Kota yang bersih dari narkoba,” pungkas AKBP Kalfaris.(JK/Hms)

Continue Reading

Jawa Timur

Kerugian Hingga 1 Miliar Rupiah, 5 Terduga Aksi Pembobol Toko Emas Dibekuk Polisi

Published

on

MAGETAN— Kurang dari 24 jam, jajaran kepolisian Resor Magetan Polda Jatim berhasil mengungkap dan mengamankan terduga pelaku pembobolan toko emas yang terjadi di wilayah Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

Kasus tersebut menimpa sebuah Toko Emas di Jalan Raya Bendo Kabupaten Magetan Jawa Timur.

Polres Magetan Polda Jatim melalui Unit Reskrim Polsek Bendo menerima laporan tindak pidana pencurian tersebut pada Rabu (14/1/2026).

Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa saat Konferensi pers mengatakan, kejadian diketahui sekitar pukul 07.30 WIB, saat adik ipar korban bersama karyawan toko hendak membuka toko.

“Keduanya mendapati tembok bagian belakang toko dalam kondisi terbongkar serta beberapa laci meja berantakan,” ujar AKBP Erik, Kamis (15/1).

Mengetahui toko emas telah dibobol, saksi segera menghubungi pemilik toko.

Setelah tiba di lokasi, korban memastikan kondisi toko dalam keadaan rusak dan berantakan.

Saat dilakukan pengecekan, kunci brankas yang berisi uang dan perhiasan diketahui hilang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa uang tunai sebesar Rp.24 juta serta perhiasan emas senilai kurang lebih Rp1 miliar, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bendo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Bendo bersama Satreskrim Polres Magetan dan Tim Inafis segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti.

Polisi juga mengamankan Tiga file rekaman CCTV dari dalam toko emas.

“Berdasarkan keterangan saksi, hasil olah TKP termasuk sidik jari, serta rekaman CCTV, petugas langsung bekerja mengidentifikasi para pelaku,”lanjut AKBP Erik.

Dari hasil pemantauan CCTV, aksi pencurian diketahui terjadi sekitar pukul 22.57 WIB.

Diduga Tiga orang pelaku masuk ke dalam toko dengan cara menjebol tembok bagian belakang dan melakukan pencurian dengan pemberatan.

Berkat kerja sama Satreskrim Polres Magetan dan Satreskrim Polres Madiun, polisi berhasil mengamankan Lima tersangka di rumah kos mereka di wilayah Jiwan, Kabupaten Madiun.

Lima tersangka tersebut terdiri dari satu orang asal Madiun dan empat orang asal Nusa Tenggara yang diketahui merupakan spesialis pencurian dengan modus melubangi tembok lintas kota, dan telah beberapa kali melakukan aksi di wilayah Madiun dan Magetan.

“Para tersangka kami jerat dengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun,” tegas AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai bentuk tindak kriminalitas, khususnya pencurian.

Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan sistem keamanan berlapis, seperti menggunakan kunci pengaman yang lebih kuat serta memasang CCTV di rumah maupun tempat usaha.

Sementara itu, pemilik Toko Emas Senna Golden Star, Ibu Rina Noviana, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran kepolisian.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Magetan dan Polsek Bendo atas gerak cepatnya dalam mengungkap dan menangkap para pelaku. Ini sangat membantu dan memberi rasa aman bagi kami,” ujarnya. (Wah/Red)

Continue Reading

Trending