Connect with us

Jawa Timur

Sosok Pemimpin Bangsa Itu Harus Beretika 

Published

on

TULUNGAGUNG, 90detik.com-Dalam pesta demokrasi 2024 ada keinginan besar dari rakyat Indonesia, setiap calon pemimpin bangsa memiliki akhlakul karimah, adab sopan santun. Seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dalam memimpin.

“Sehingga salah satu tugas menjadi seorang pemimpin adalah memperbaiki atau menyempurnakan akhlak, seluruh masyarakat yang dipimpinnya. Dan tuntutan ini menjadi penting,” ujar KH Imam Mawardi Ridlwan, pada Selasa (30/1).

Lebih lanjut, KH Imam Mawardi Ridlwan yang juga sekretaris IPHI Jawa Timur ini, jug menyatakan tuntunan yang dijalankan setiap calon pemimpin bangsa memiliki akhlakul karimah, adab sopan santun. Untuk itu semua capres-cawapres harus punya etika, adab sopan santun.

“Semua Capres-cawapres harus punya etika, adab sopan santun, pemimpin yang baik adalah yang punya tata krama, budi pekerti dan sekali lagi adab sopan santun, baru kemampuan ilmunya,”ucap Abah Imam panggilan akrabnya.

Masih, Abah Imam menjelaskan pemimpin itu panutan, tauladan, contoh bagi rakyatnya. Perilakunya wajib baik, bersandar pada tuntutan agama.

“Semisal memiliki tata krama pada orang tua. Yaitu hormat, dan tawudlu’. Cirinya yang muda cium tangan yang lebih tua. Tidak jumawah atau sombong pada yang lebih tua,” imbuhnya.

Abah Imam juga menyatakan, ajaran tersebut asli ajaran orang Indonesia dan sejalan dengan agama IsIam. Ia juga memberikan contoh, semisal saat berkomunikasi pada orang yang lebih tua wajib diwarnai norma kesopanan, yaitu memperhatikan dan mendengarkan.

“Pemimpin wajib beradab yaitu beretika dengan panduan syariat IsIam agar terwujud akhlakul karimah. Tidak membusungkan dada akan tetapi menjadi khodim rakyat,” tegas Abah Imam juga sebagai pengasuh pesantren Al Azhaar Tulungagung ini.

Selain itu, juga memberikan pertolongan pada rakyat lemah yang wajib dibantu. Pemimpin harus tidak congkak atau sombong tetapi harus rendah hati. Serta rendah hati pada rakyat sehingga rakyat tidak melakukan dholim pada pemimpinnya.

“Buah dari rendah hati adalah kesetaraan dan kesamaan sebagai anak bangsa. Dan tidak akan mendiskriminasikan antar anak bangsa berdasarkan harta, derajat atau status sosial,” terangnya.

Kesempatan ini, Abah Imam menutup penjelasannya bahwa akhlakul karimah seorang pemimpin bangsa adalah mampu memperlakukan yang terbaik sebagaimana memperlakukan diri sendiri.

“Salah satunya adalah pemimpin suka memberi pujian dan penghargaan pada rakyatnya,” pungkasnya.

(JK/Red)

Jawa Timur

Pj Sekda Soeroto Pastikan Pelayanan dan Roda Pemerintahan Tulungagung Tetap Jalan 

Published

on

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung tetap menggelar apel pagi. Meski situasi pemerintahan tengah menjadi sorotan publik, aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung tetap berjalan normal.

Usai bupati telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (11/04) malam lalu.

Hal ini ditegaskan Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Soeroto. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti atau mengalami kendala apapun.

“Terkait pelayanan masih tetap dijalankan seperti biasanya. Terkait pimpinan, kita masih menunggu keputusan dari pusat. Kalau sudah ada, akan kita tindak lanjuti,” ujar Soeroto saat diwawancarai di kantor Pemkab, pada Senin (13/4) usai memimpin apel ASN.

Ia juga menjelaskan soal ketidakhadiran 11 pejabat Pemkab Tulungagung dalam apel pagi hari ini. Menurutnya, kemungkinan mereka masih dalam perjalanan kembali ke Tulungagung.

“Mungkin mereka masih dalam perjalanan,” terang Soeroto.

Sebelas pejabat tersebut berstatus sebagai saksi dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK dan telah diizinkan oleh lembaga antirasuah untuk pulang.

Pasca OTT KPK pada Jumat malam (10/4/2026), roda pemerintahan di Kabupaten Tulungagung dipastikan tetap berjalan normal. Pelayanan publik pun berlangsung seperti biasa.

Meski enam ruangan di lingkungan Pemkab dan Dinas PUPR masih disegel KPK, Soeroto memastikan hal itu tidak mempengaruhi pelayanan.

“Kinerja, bekerja tetap seperti biasa. Pelayanan tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Pun, pihaknya juga menyampaikan ruangan-ruangan yang disegel tersebut belum bisa digunakan. Para staf diarahkan untuk menggunakan ruangan lain agar tetap bisa bekerja.

“Ruangan belum bisa digunakan, tapi staf tetap bekerja di ruangan lain,” pungkasnya.

Sebagai informasi, enam ruangan yang disegel tersebut antara lain:

Ruang pengadaan barang jasa,

Ruang rapat bagian pengadaan barang jasa di Pemkab

Ruang bidang Sumber Daya Air (SDA)

Ruang bidang Bina Marga

Ruang staf administrasi Bina Marga

Ruang kepala Dinas PUPR

Selain itu, Pendopo Tulungagung Kongas Arum Kusumaning Bongso tempat berlangsungnya OTT KPK—hingga Senin ini (13/4/2026) masih tertutup untuk umum. (DON/ Red)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Polres Blitar Kota Kerahkan 281 Personel Gabungan Amankan Halal Bihalal Perguruan Silat

Published

on

K0TA BLITAR – Polres Blitar Kota mengerahkan sebanyak 281 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan Halal Bihalal yang digelar salah satu perguruan silat di wilayah hukumnya. Langkah ini dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, pada Minggu (12/04).

Ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Polri, Satpol PP, Pamter serta instansi terkait lainnya. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan di lokasi kegiatan, hingga patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada kegiatan masyarakat yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Kami mengedepankan pengamanan terpadu dan humanis, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Kegiatan Halal Bihalal tersebut dihadiri ratusan anggota perguruan silat dari berbagai daerah wilayah kota Blitar. Selama pelaksanaan, situasi terpantau aman dan terkendali tanpa adanya insiden yang menonjol.

Polres Blitar Kota juga menghimbau seluruh peserta untuk terus menjaga persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang berpotensi memicu konflik.

Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah Kota Blitar.(Jef/Hms)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Polres Blitar Laksanakan Program Polisi Go to School

Published

on

BLITAR – Polres Blitar terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri dengan generasi muda melalui program unggulan Polisi Go to School. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menjadi pembina upacara bendera di SDN 2 Kalipang,  Kademangan pada Senin (13/4).

Program Polisi Go to School merupakan salah satu upaya Polri untuk membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya kedisiplinan dan perilaku positif di lingkungan sekolah.

Kapolres Blitar AKBP Rivanda melalui Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis menyampaikan bahwa kehadiran anggota Polri sebagai pembina upacara bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai disiplin kepada siswa sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta memberikan pemahaman kepada para siswa agar menjauhi perilaku negatif seperti bullying di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dalam amanatnya, petugas juga memberikan imbauan kepada para siswa agar saling menghormati sesama teman, menjaga kerukunan, serta berani melaporkan kepada guru apabila terjadi tindakan perundungan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa yang terlihat antusias mengikuti jalannya upacara.

Diharapkan, melalui program ini, hubungan antara Polri dan dunia pendidikan semakin erat serta mampu menciptakan generasi muda yang disiplin dan berkarakter. (Jef/Hms)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Trending