Connect with us

Peristiwa

Warga Sambungmacan Geger, Penemuan Kakek Posisi Sujud di Persawahan 

Published

on

SRAGEN, 90detik.com – Warga Sambungmacan Sragen dibuat gempar dengan penemuan seorang kakek meninggal dunia di area persawahan Dukuh Jatisumo Desa Sambungmacan Sragen.

Evakuasi korban dipimpin langsung oleh Kapolsek Sambungmacan bersama tim Inafis Polres Sragen, kakek bernama Sugi Sasmo Karsono (68), warga Dukuh Pangle desa Sambungmacan, ditemukan pertama oleh warga dengan posisi seperti tengah bersujud, dan di sebelahnya terdapat alat cangkul.

Kapolres Sragen AKBP Jamal Alam melalui Kapolsek Sambungmacan AKP Widarto membenarkan penemuan orang meninggal di area persawahan tersebut, yang dilaporkan oleh warga ke Mapolsek pada Senin, 19 Februari 2024 pukul 14.30 WIB.

Atas kejadian itu, pihaknya telah melakukan pengecekan lokasi serta evakuasi terhadap korban, bersama-sama tim medis serta tim Inafis Polres Sragen.

Jasad kemudian dibawa ke rumah duka di Dukuh Pangle. Di rumah duka tim kemudian melakukan pemeriksaan luar. Dari pemeriksaan tersebut, tim medis serta Inafis tidak menemukan tanda kekerasan terhadap tubuh korban.

“Korban ditemukan warga diarea persawahan. Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis dan Inafis Polres Sragen, tidak menemukan tanda kekerasan, “ jelas AKP Widarto.

Sementara dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga korban selama ini memang seringkali mengalami sakit. Diduga karena kondisi korban yang lemah, membuat korban sakit hingga akhirnya meninggal di tempat kejadian.

”Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.(Red)

Peristiwa

MA Sains Bina Insan Kamil Tuban Dapat Penghargaan dari 7skymedia Award 2026

Published

on

TUBAN – Suasana sejuk Bukit Kamil Tuban menjadi saksi tumbuhnya sebuah madrasah yang kini menorehkan prestasi nasional. MA Sains Bina Insan Kamil Tuban (BIK) berhasil meraih penghargaan bergengsi 7skymedia Award 2026 dengan kategori The Leading Islamic School in Science.

Penghargaan ini diserahkan di Golden Ballroom Platinum Hotel & Conference Adisucipto Yogyakarta, pada Sabtu (27/6). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh pendidikan, akademisi, serta perwakilan sekolah unggulan dari seluruh Indonesia.

Kepala Madrasah, Teguh Pambudi, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi.

“Di MA Sains BIK, para murid diberi kesempatan berkarya dan mengembangkan diri. Penghargaan ini bukan sekadar piala, tapi pengalaman, persaudaraan, dan motivasi,” ujarnya pada Minggu (28/6).

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Bina Insan Kamil Tuban, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menambahkan bahwa madrasah ini dirancang untuk menghasilkan generasi yang mampu meneliti, berkarya, sekaligus berjiwa wirausaha.

“Di sini tidak ada lagi dikotomi antara agama dan ilmu umum. Materi diniyah masuk ke setiap bidang studi, agar saling memperkaya,” jelasnya.

Abah Imam menekankan bahwa integrasi sains dan agama bukan sekadar jargon, melainkan praktik nyata dalam keseharian siswa.

“Kami ingin melahirkan generasi yang berilmu sekaligus berakhlak. Lulusan MA Sains BIK harus punya integritas, moralitas karimah, baik dan terpuji,” tegasnya.

Makna Penghargaan dari 7skymedia menjadi penanda bahwa langkah kecil dari Tuban mampu bergema hingga Yogyakarta. Sekolah yang berada di bukit sejuk itu sedang menyiapkan pemimpin masa depan, pemimpin yang berakhlakul karimah, berhati mulia, dan menghargai orang lain.

“Para murid lulusan SMP atau MTs sangatlah tepat memilih MA Sains Bina Insan Kamil Tuban yang memiliki prestasi sangat banyak,“ ujar Abah Imam menutup pesannya.

Pencapaian ini, menunjukkan MA Sains BIK Tuban telah meneguhkan posisinya sebagai madrasah unggulan yang mengintegrasikan sains dan agama dalam pendidikan.(DON/Red)

Continue Reading

Peristiwa

Kecelakaan KA Dhoho di Blitar: Truk Mogok Dihantam Kereta Api Usai Nekat Terobos Sirene

Published

on

BLITAR – Sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Kereta Api Dhoho dan sebuah truk terjadi di perlintasan sebidang JPL 190 Km 120+448, antara Stasiun Blitar dan Stasiun Garum, Kota Blitar, pada Selasa (28/4) malam.

Insiden bermula sekitar pukul 21.35 WIB. Saat itu, sirene peringatan perlintasan sudah berbunyi dan petugas tengah bersiap menurunkan palang pintu. Namun, sebuah truk tetap melintas dan nekat menerobos.

Begitu berada di atas rel, kendaraan tersebut tiba-tiba mogok dengan posisi miring tidak sejajar dengan jalur kereta, sehingga badan truk menghalangi ruang bebas lintasan.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa tindakan nekat pengemudi truk inilah yang menjadi penyebab utama kecelakaan.

“Perangkat peringatan sudah aktif penuh. Sirene berbunyi, petugas sudah siaga. Tetapi truk tetap memaksa masuk. Saat di tengah rel, kendaraan mogok dan tidak bisa bergerak,” ujar Tohari dalam keterangan resminya.

Petugas penjaga perlintasan sempat berusaha menghentikan laju KA Dhoho dengan membawa semboyan 3 (isyarat berhenti darurat). Namun, jarak kereta yang sudah terlalu dekat membuat masinis tidak dapat mengerem secara maksimal. Tabrakan pun tidak terhindarkan.

Akibat kejadian tersebut, lokomotif Kereta Api Dhoho mengalami kerusakan teknis berupa patahnya plug kran. Untungnya, masinis dan asisten masinis dilaporkan dalam keadaan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pihak KAI Daop 7 Madiun segera melakukan koordinasi dengan petugas pengamanan dan tim sarana. Proses evakuasi truk yang mogok berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB. Setelah itu, jalur kereta api kembali normal.

Lokomotif yang mengalami gangguan kemudian diperbaiki di lokasi. Pada pukul 22.35 WIB, kereta diizinkan berjalan mundur menuju Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas 5 km per jam, serta didahului petugas yang membawa semboyan 3 sebagai langkah pengamanan.

Tohari menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengguna jalan, khususnya di perlintasan sebidang.

“Kami sangat menyayangkan tindakan pengemudi yang tetap melintas meskipun sirene sudah berbunyi. Perlintasan sebidang bukan tempat untuk memaksakan diri. Pelanggaran seperti ini sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa palang pintu hanyalah alat bantu, bukan pengaman utama. Rambu-rambu lalu lintas sebelum perlintasan merupakan aturan mutlak yang wajib dipatuhi.

KAI kembali mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti saat sirene berbunyi atau palang mulai ditutup, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, tidak berhenti di area perlintasan, serta mendahulukan perjalanan kereta api.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai nekat menerobos hanya demi beberapa menit, tetapi justru membahayakan nyawa sendiri dan orang lain,” pungkas Tohari.  (Jef/ JK)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Peristiwa

Ajukan Praperadilan, Pengacara Minta Status Tersangka dan Penahanan Permadi Dibatalkan

Published

on

SURABAYA – Kuasa hukum Permadi Wahyu Dwi Mariyono, SH resmi menggugat Polrestabes Surabaya dan Kejaksaan Negeri Surabaya melalui sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam gugatannya, pemohon meminta hakim menyatakan status tersangka dan penahanan terhadap kliennya tidak sah dan batal demi hukum.

Praperadilan sendiri merupakan mekanisme hukum yang memungkinkan tersangka atau keluarganya menguji apakah upaya paksa seperti penangkapan, penahanan, penyitaan, hingga penetapan tersangka telah dilakukan sesuai prosedur. Lembaga ini berperan sebagai pengawas independen agar aparat penegak hukum tidak bertindak sewenang-wenang.

Dalam sidang yang digelar pekan ini, penasihat hukum Permadi, Andri Cahyanto, SH., MH menghadirkan dua saksi yakni Mikhael Markus dan Mayor (Purn) R. Eddy Agus Subekti untuk memperkuat dalil permohonannya.

Saksi Ungkap Latar Belakang Sengketa Tanah

Mikhael Markus dalam kesaksiannya mengungkapkan bahwa akar permasalahan bermula dari transaksi jual beli tanah antara Samsudin dengan Uswantun yang tertuang dalam Akta Jual Beli (AJB). Perkara perdata tersebut sempat berlanjut ke tingkat banding yang diajukan oleh Uswatun Hasanah.

“Kepemilikan tanah kemudian diperkuat dengan terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM) dari BPN pada tahun 2021 yang atas nama Permadi,” ujar Markus di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Galih, pada Kamis (18/2).

Menariknya, Markus mengaku tidak mengetahui adanya AJB antara Samsudin dan Muji (suami Uswantun) yang kemudian dipersoalkan Polrestabes Surabaya pada 2022. Terkait bangunan di lokasi sengketa, saksi menyebut rumah tersebut telah berdiri sejak 2020.

“Saya tahu tentang pengerusakan itu. Yang membongkar Permadi. Saya tahu dari informasi media sosial dan tangkapan layar WhatsApp,” ungkapnya.

Sementara, kesaksian berbeda disampaikan Ketua RT 11 RW02 Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Mayor (Purn) R. Eddy Agus Subekti. Ia menegaskan bahwa Uswantun tidak pernah tercatat sebagai warga setempat.

“Uswantun tidak pernah tinggal di rumah tersebut, hanya suaminya yang datang sekitar pukul 21.00 WIB dan tidak pernah melapor sebagai warga,” terang Eddy.

Mengenai pembongkaran yang menjadi perkara pidana, Eddy menjelaskan peristiwa terjadi sekitar Agustus 2024. Awalnya pembongkaran dilakukan secara manual, namun kemudian menggunakan alat berat.

“Saya sempat menasihati agar pembongkaran dihentikan dulu. Untuk perkara pidananya tetap berlanjut dan saya sudah diperiksa dua kali di Polrestabes Surabaya,” tambahnya.

Jaksa: Permohonan Kabur dan Masih Pakai KUHP Lama

Menanggapi gugatan praperadilan ini, JPU Galih Ratna Intaran dari Kejari Surabaya menyebut permohonan tersebut obscuur libel atau kabur. Ia menyoroti masih digunakannya KUHP lama dalam petitum pemohon.

Dalam permohonannya, tim kuasa hukum meminta majelis hakim menyatakan tidak sah Surat Ketetapan Tersangka Nomor: STAP/VII/Res.1.10/2025/Satreskrim tanggal 8 Juli 2025 yang diterbitkan Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Pemohon juga menggugat Surat Perintah Penahanan Nomor: PRINT-52/M.5.10.3/EOH.2/01/2026 tanggal 6 Januari 2026 yang diterbitkan Kejari Surabaya.

Tak hanya meminta penghentian penyidikan dan penuntutan, pemohon juga mendesak agar kedua termohon memulihkan hak-hak Permadi dalam kedudukan, kemampuan, serta harkat dan martabatnya.

Sidang praperadilan ini akan terus bergulir dengan agenda mendengarkan tanggapan dari pihak termohon pada sidang berikutnya. (*)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Trending