Redaksi
HUT ke-20, AJT Anugerahkan Penghargaan Bergengsi: Polres Tulungagung Jadi Bintang, Tokoh Muda hingga Atlet Internasional Dapat Apresiasi

TULUNGAGUNG — Aliansi Jurnalis Tulungagung (AJT) menorehkan tonggak sejarah penting dalam perjalanan dua dekadenya. Memasuki usia 20 tahun, organisasi pers terkemuka di Tulungagung ini menggelar malam puncak perayaan yang megah sekaligus memberikan puluhan penghargaan kepada tokoh-tokoh inspiratif, lembaga publik, dan komunitas yang dinilai berkontribusi besar bagi kemajuan daerah.
Acara yang berlangsung di Ball Room Barata, Sabtu (1/12/2025) malam, dihadiri oleh ratusan tamu undangan, mulai dari insan pers, pimpinan daerah, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha.
Ketua AJT, Catur Santoso, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjalanan 20 tahun AJT bukan sekadar soal organisasi, tetapi sejarah pengabdian terhadap integritas jurnalisme di Tulungagung.
“Dua dekade adalah akumulasi ribuan berita, jutaan kata, dan komitmen tak tergoyahkan menjaga etika jurnalisme di Bumi Tulungagung,” ujarnya.
Suasana perayaan semakin meriah saat Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo naik ke panggung untuk menyerahkan penghargaan khusus kepada sejumlah tokoh dan atlet berprestasi.
Dua atlet karate kebanggaan Tulungagung, Aruna Marta Dinata dan Agus Setiawan, menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam mengharumkan nama daerah hingga level internasional.
Tak hanya itu, Riftyf Firmansyah, S.H., sosok muda yang menjabat sebagai Ketua KADIN sekaligus PHRI Tulungagung, turut menerima apresiasi karena kiprahnya yang dinilai mampu menggerakkan sektor perekonomian, dunia usaha, dan pariwisata secara signifikan.
Sorotan utama malam itu jatuh pada Polres Tulungagung yang menerima gelar kehormatan “Jaga Tulungagung, Jaga Indonesia” penghargaan tertinggi dari AJT tahun ini.
Predikat tersebut diberikan atas inovasi kepolisian dalam memadukan teknologi modern dengan pendekatan berbasis komunitas, sehingga mampu menurunkan angka kriminalitas secara signifikan.
Polres Tulungagung disebut sebagai role model keamanan daerah di tingkat nasional.
“Apresiasi ini bentuk penghormatan atas dedikasi dan inovasi Polres dalam menciptakan rasa aman yang menjadi fondasi pembangunan,” tegas Catur Santoso.
AJT juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang berkontribusi dalam bidang pendidikan, kewirausahaan, kemanusiaan, seni budaya, hingga pemerintahan. Beberapa penerimanya ialah:
Bidang Pendidikan:
• MAN 1 Tulungagung — juara nasional
• SMP Jawaahirul Hikmah — berprestasi internasional
Kewirausahaan:
• Hanggi Cendras Yusak — petani muda melon hidroponik
Kemanusiaan & Sosial:
• LAZNAS LMI
• Pesantren Kerabat Muslim (pembinaan lansia)
• Baznas Tulungagung (program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana)
• Aktivis sosial: Rahmad Putra Perdana dan Ahmad Dardiri
Seni & Budaya:
• Jaranan Jowo Sepuh Turonggo Budoyo, Desa Rejoagung
Lembaga Pemerintah:
• Lapas Kelas IIB Tulungagung
• BNNK Tulungagung
• BPN Tulungagung
• Kodim 0807 Tulungagung
• Kejaksaan Negeri Tulungagung
Menutup rangkaian acara, AJT menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas pemberitaan, terutama di era informasi cepat yang rentan hoaks.
“Jurnalisme Berintegritas, Pilar Kemajuan Tulungagung” resmi ditetapkan sebagai tema besar AJT untuk menyongsong dekade ketiga perjalanan organisasi.
Perayaan 20 tahun AJT bukan hanya sebuah seremoni, tetapi momentum penting yang menegaskan kembali peran pers sebagai mitra pembangunan dan pelindung kebenaran di Bumi Tulungagung. (DON/Red)
Redaksi
KPK Sita Uang Ratusan Juta dari OTT Bupati Tulungagung: Belasan Orang Diperiksa Intensif

Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang kali ini menyasar Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, Bupati Tulungagung Gatot Sunu Wibowo bersama 15 orang lainnya diamankan petugas.
Tak hanya mengamankan belasan orang, tim penindakan KPK juga menyita uang tunai dalam jumlah besar yang diduga erat kaitannya dengan praktik korupsi di daerah tersebut.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi bahwa uang yang disita mencapai ratusan juta rupiah.
“Ada uang ratusan juta rupiah,” ujar Fitroh di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Kendati demikian, Fitroh belum merinci angka pasti dari uang sitaan tersebut karena masih dalam proses penghitungan oleh penyidik. Ia hanya memastikan bahwa nilai sementara sudah menyentuh angka ratusan juta.
Seluruh pihak yang terjaring dalam OTT ini, total 16 orang, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor KPK, Jakarta.
Proses pendalaman terus dilakukan untuk mengungkap lebih lanjut kasus yang menjerat orang nomor satu di Tulungagung tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci bentuk korupsi yang disangkakan. Namun penangkapan terhadap kepala daerah dan belasan orang lainnya menunjukkan keseriusan lembaga anti rasuah dalam memberantas korupsi di tingkat daerah. (By/DON)
Editor: Joko Prasetyo
Redaksi
Bupati Tulungagung Terjaring OTT, Tiba di KPK Pagi Buta Tanpa Sepatah Kata

Jakarta — Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026), setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Gatut tiba sekitar pukul 06.50 WIB menggunakan mobil berwarna hitam milik KPK. Saat turun dari kendaraan, dia tampak mengenakan jaket dan topi hitam, serta langsung dikawal aparat kepolisian dan penyidik menuju ke dalam gedung.
Tak ada pernyataan yang disampaikan Gatut kepada awak media terkait kasus yang menjeratnya. Dia memilih bungkam dan segera masuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Meski KPK sebelumnya menyebutkan sebanyak 16 pihak turut diamankan dalam OTT tersebut, hingga saat ini belum terlihat pihak lain yang tiba di Gedung Merah Putih KPK.
Gatut langsung menjalani pemeriksaan intensif setibanya di lokasi. KPK menyatakan akan segera menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tersebut.
“Pagi ini, tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih terus mendalami perkara dan belum mengungkap secara rinci konstruksi kasus yang melatarbelakangi OTT tersebut. (By/Red)
Redaksi
16 Orang Digelandang KPK di Tulungagung, Harta Bupati Tembus Rp20 M

TULUNGAGUNG— Operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat malam (10/4/2026), menggegerkan publik. Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan total 16 orang, termasuk Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi jumlah pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
“Salah satunya adalah Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat malam.
Meski jumlah yang terjaring cukup besar, KPK masih menutup rapat detail perkara. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat para pihak, termasuk nilai uang yang diamankan maupun peran masing-masing individu.
Budi hanya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan tertutup yang dilakukan tim penindakan KPK di wilayah Jawa Timur.
Sorotan Harta Kekayaan Bupati: Rp 20,3 Miliar, 20 Bidang Tanah, 18 Mobil.
Di tengah minimnya informasi kasus, perhatian publik justru mengarah pada profil kekayaan Gatut Sunu Wibowo. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir per 3 Maret 2026, total hartanya tercatat mencapai Rp 20.335.211.000.
Rincian kekayaan tersebut meliputi:
• 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Tulungagung, Trenggalek, Surabaya, hingga Tanah Laut (Kalimantan Selatan), dengan total nilai Rp 14.532.711.000.
• 18 unit kendaraan senilai Rp 3.470.500.000, di antaranya Toyota Alphard, Toyota Innova, Toyota Land Cruiser, serta sejumlah kendaraan lainnya.
• Harta bergerak lainnya sebesar Rp 1.740.000.000.
• Kas dan setara kas sebesar Rp 592.000.000.
Data LHKPN ini menjadi gambaran awal profil finansial pejabat publik, meski tidak serta-merta berkaitan langsung dengan perkara yang tengah diselidiki KPK.
Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari 16 orang yang diamankan. Dalam kurun waktu tersebut, penyidik akan melakukan gelar perkara guna memutuskan apakah pihak-pihak tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, juga membenarkan adanya OTT tersebut.
“Benar, yang bersangkutan (Bupati) diamankan dalam OTT,” ujarnya singkat.
Isu OTT ini telah beredar sejak Jumat siang. Situasi di Mapolres Tulungagung tampak tidak biasa dengan penjagaan superketat. Dua pintu gerbang utama ditutup rapat, sementara awak media tidak diizinkan memasuki area dalam.
Sejumlah kendaraan dengan pelat nomor “L” (wilayah Surabaya dan sekitarnya) terlihat keluar-masuk area Mapolres. Mobil-mobil tersebut juga terpantau hilir mudik di kawasan Pendopo Tulungagung sejak sore hari.
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang dikonfirmasi memilih bungkam.
Kini, publik Tulungagung dan Jawa Timur menanti perkembangan lanjutan dari operasi ini. Apakah kasus ini akan berkembang lebih luas? Siapa saja pihak lain yang terlibat? Semua masih menjadi tanda tanya besar. (By/DON)
Editor: Joko Prasetyo
Redaksi14 jam ago16 Orang Digelandang KPK di Tulungagung, Harta Bupati Tembus Rp20 M
Nasional16 jam agoGeger Tulungagung! Bupati Diamankan KPK dalam OTT Malam Ini
Redaksi1 minggu agoSPPG Panen Resto Disorot; Balita Dapat Menu Tak Layak, Aduan Warga Tak Digubris
Nasional14 jam agoOTT KPK Guncang Tulungagung: 16 Pejabat Diamankan, Bupati Turut Terseret
Redaksi2 minggu agoHeboh !! Jantung Kota Tulungagung Jadi Ajang Mabuk; Kerjaan Satpol PP Apa?
Redaksi3 minggu agoFredi Moses Ulemlem Ingatkan Potensi “Ganti Kepala” dalam Kasus Korupsi Covid-19 dan Proyek Jalan di Maluku Barat Daya
Redaksi4 hari agoHarga Telur Anjlok, Pasar Sepi: Peternak dan Pedagang Tertekan Overproduksi
Redaksi2 minggu agoSurat Miskin Jadi ‘Tiket Emas’: Dugaan Permainan SKTM di RSUD dr. Iskak Lukai Rasa Keadilan












